Batik Warna Alam: Ramah Lingkungan Bernilai Jual Tinggi

  • 11 Feb 2026 13:12 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Tren penggunaan pewarna alami dalam industri batik kembali mendapat perhatian melalui pelatihan warna alam yang diikuti para perajin. Dalam pelatihan tersebut, Lilik Widiawati (WMH Batik) menjelaskan perbedaan mendasar antara pewarna sintetis dan pewarna alami.

“Kalau sintetis itu terbuat dari bahan kimia. Tapi kalau warna alam seperti yang saya pegang ini, berasal dari kulit-kulit kayu,” jelasnya sambil menunjukkan sampel kain batik berwarna cokelat lembut.

Menurutnya, keunggulan utama warna alam terletak pada dampaknya terhadap lingkungan. Selain lebih ramah lingkungan, warna alam juga memiliki karakter khas. 

“Keunggulannya tidak mencemari lingkungan. Kalau dari segi warna, lebih soft seperti ini. Tidak terlalu mencolok,” tegasnya.

Menariknya, batik dengan warna alami justru memiliki nilai jual lebih tinggi. Ia menambahkan, pasar warna alam memang berbeda dengan pasar batik sintetis. Jika batik dengan pewarna sintetis lebih banyak orang lokal, batik dengan warna alam lebih banyak disukai oleh orang yang mengerti batik dan peduli lingkungan

“Harga jualnya lebih tinggi karena warnanya alam dan biasanya lebih disukai oleh orang luar negeri,” ungkap Lilik.

Bahan pewarna alam sangat beragam dan sebagian besar mudah ditemukan di sekitar lingkungan. Di antaranya kayu secang, mengkudu, kulit manggis, daun jati, kayu tinggi, hingga mangrove. Bahkan limbah seperti sepet kelapa juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna.

Sementara itu, kunci utama bahan pewarna alam adalah kandungan tanin yang tinggi. Tanin inilah yang membantu menghasilkan warna alami yang kuat pada kain. Meski warnanya cenderung lembut, batik warna alam tetap bisa dibuat dalam variasi warna berbeda dalam satu kain. Caranya dengan teknik fiksasi bertahap dan penutupan bagian tertentu sebelum pencelupan ulang, sehingga tercipta gradasi atau perbedaan warna meski berasal dari satu bahan dasar.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....