Istighfar di Bulan Sya'ban: Meraih Keberkahan Sebelum Ramadhan

  • 11 Feb 2026 08:03 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID,Madiun- Bulan Sya’ban menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan. Salah satu amalan yang dianjurkan untuk memperkuat kesiapan spiritual adalah memperbanyak istighfar. Dalam program Mutiara Pagi, Ustaz Amir Abdullah, M.Pd., mengajak umat Islam menjadikan Sya’ban sebagai bulan pembersihan hati sebelum memasuki bulan suci.

Menurut Ustaz Amir Abdullah, istighfar bukan sekadar ucapan lisan, tetapi bentuk kesadaran diri atas kelemahan dan dosa yang pernah dilakukan. “Sya’ban ibarat ruang persiapan. Kalau Ramadan adalah bulan panen pahala, maka Sya’ban adalah waktu menata ladang hati. Dan salah satu cara terbaik menatanya adalah dengan memperbanyak istighfar,” ujarnya, Selasa 10 Februari 2026.

Amir menjelaskan, Rasulullah SAW sendiri memperbanyak istighfar dalam keseharian beliau. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

 “Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain disebutkan bahkan lebih dari seratus kali dalam sehari. Hal ini menunjukkan bahwa istighfar adalah amalan yang sangat dicintai Allah, sekaligus menjadi teladan langsung dari Nabi Muhammad SAW.

Ustaz Amir menambahkan, manfaat istighfar tidak hanya berdampak pada ketenangan batin, tetapi juga keberkahan hidup. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Nuh ayat 10–12 yang menjelaskan bahwa istighfar dapat mendatangkan ampunan, kelapangan rezeki, serta keberkahan harta dan keturunan.

Selain itu, terdapat hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Dawud:

“Barang siapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesedihannya, kelapangan dari setiap kesempitannya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud)

“Hadits ini sangat relevan dengan kondisi kita hari ini. Banyak orang merasa gelisah, tertekan, dan hidup terasa sempit. Salah satu kunci pembukanya adalah memperbanyak istighfar,” terang Ustaz Amir.

Lebih lanjut, Amir menekankan bahwa Sya’ban juga dikenal sebagai bulan diangkatnya amal kepada Allah SWT. Maka, memperbanyak istighfar di bulan ini menjadi cara membersihkan catatan amal sebelum Ramadan tiba. “Kita ingin masuk Ramadan dalam keadaan hati yang bersih, jiwa yang lapang, dan semangat ibadah yang kuat,” tambahnya.

Ustaz Amir juga memberikan beberapa langkah praktis untuk membiasakan istighfar di bulan Sya’ban, antara lain meluangkan waktu khusus setelah salat fardu, memperbanyak istighfar di waktu sahur, serta membiasakan membaca ‘Astaghfirullahal ‘azhim’ minimal 100 kali setiap hari.

Melalui siaran Mutiara Pagi, Ustaz Amir mengajak seluruh pendengar untuk tidak menyia-nyiakan bulan Sya’ban. “Jangan sampai kita memasuki Ramadan tanpa persiapan. Mari jadikan Sya’ban sebagai bulan istighfar, bulan taubat, dan bulan memperbaiki diri,” pesannya.

Dengan memperbanyak istighfar, diharapkan umat Islam dapat menyambut Ramadan dengan hati yang lebih bersih, penuh harap, dan siap meraih keberkahan yang Allah SWT janjikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....