Sasar Pasar Premium, Nuswantara Agro Utamakan Kualitas
- 05 Feb 2026 15:37 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ngawi – Nuswantara Agro, agro wisata yang terkenal dengan melon hidroponiknya, terus berkembang pesat dengan strategi unik yang mengedepankan kualitas di atas kuantitas. Sejak memulai usaha ini pada Ramadan 2023, Fuad, salah satu pemilik Nuswantara Agro, telah berhasil membangun lima greenhouse dan menghadirkan pengalaman petik melon bagi para pengunjung.
Berawal dari ketertarikan pribadi terhadap bercocok tanam, Fuad memutuskan untuk fokus pada pasar premium. Menurutnya, strategi ini lebih sesuai dengan kapasitasnya dibandingkan mengejar volume besar untuk pasar massal.
“Kalau kita terjunnya di kelas yang atas, kita berarti harus mengedepankan kualitas. Kalau quality-nya kita bagus, walaupun barangnya tidak terlalu banyak, nanti margin-nya pasti besar,” ujar Fuad.
Nuswantara Agro menanam lima varietas melon impor yang kini dibudidayakan di Indonesia, termasuk Sweet Net, Sweet Honey, Sweet Lavender, Dimension, dan Sunny. Setiap varietas memiliki karakteristik unik, mulai dari tekstur crunchy hingga warna kulit dan daging buah yang berbeda. Strategi pemilihan varietas ini juga mendukung tujuan mereka menyasar segmen menengah ke atas.
Selain fokus pada kualitas buah, Mas Fuad juga menekankan pentingnya manajemen intensif dalam pengelolaan lima greenhouse. Sistem NFT (Nutrient Film Technique) yang digunakan membuat perawatan lebih efisien, meski tetap menuntut perhatian harian.
“Melon itu salah satu tumbuhan yang sangat manja, hampir tidak ada hari tanpa ke greenhouse. Kalau ada penyakit, treatment-nya harus segera dilakukan supaya tidak menular ke tanaman lain,” jelasnya.
Dalam hal distribusi, Nuswantara Agro mengutamakan pengalaman pengunjung melalui konsep agrowisata petik melon. Pengunjung bebas memetik sendiri melon yang siap panen, mencoba berbagai varietas, dan membayar sesuai berat buah. Harga jual melon di tempat ini berkisar Rp28.000 per kilogram, dengan varietas impor tertentu mencapai Rp35.000 per kilogram.
Nuswantara Agro juga aktif di media sosial, termasuk Instagram, TikTok, dan YouTube, untuk memberikan informasi terbaru mengenai musim panen dan kegiatan agrowisata, memastikan pengalaman pengunjung tetap maksimal. Mas Fuad juga membagikan tips bagi pengunjung agar tidak salah pilih melon yang matang dan manis.
“Ciri-ciri melon yang siap dipetik adalah jaringnya rapat dan daun di tangkainya sudah mulai menguning. Semakin banyak jaring, semakin manis,” katanya.
Sejak awal, Nuswantara Agro menekankan pengalaman belajar dan wisata. Greenhouse di Kedung Galar dan Teguhan menjadi pusat petik wisata dengan fasilitas gazebo, parkir luas, dan layanan kupas buah di tempat. Strategi ini tidak hanya menjaring konsumen lokal dari Ngawi, Magetan, Madiun, dan Sragen, tetapi juga pengunjung dari Surabaya bahkan Bali.
Dengan strategi memprioritaskan kualitas dibandingkan kuantitas, Nuswantara Agro membuktikan bahwa pasar premium memiliki potensi keuntungan besar meskipun produksinya terbatas. Fuad menegaskan, kunci suksesnya adalah konsistensi perawatan dan pemilihan varietas yang tepat.
“Kalau quality-nya kita bagus, pasti laku. Intinya, kita menyesuaikan pasar dengan kondisi kita dan memaksimalkan kualitas,” tambahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....