Begini Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Ramah Emosi Siswa

  • 29 Jan 2026 21:37 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dirancang menjadi ruang yang ramah emosi bagi siswa apabila diterapkan dengan pendekatan yang tepat. Hal ini dibahas dalam dialog Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) yang disiarkan PRO 1 RRI Madiun pada Senin, 26 Februari 2026.

Dalam dialog tersebut, Wenny Wijayanti, M.Pd., dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun, menjelaskan bahwa strategi pembelajaran ramah emosi menekankan pada proses komunikasi yang aman, inklusif, dan menghargai pengalaman pribadi siswa. Bahasa Indonesia dinilai memiliki peran strategis karena berhubungan langsung dengan ekspresi perasaan dan pikiran.

Salah satu strategi yang disampaikan adalah penggunaan karya sastra sebagai media pembelajaran. Puisi, cerpen, novel, dan drama menghadirkan konflik batin serta dinamika emosional tokoh yang dapat menjadi sarana refleksi bagi siswa untuk mengenali dan memahami emosi diri maupun orang lain.

Strategi berikutnya adalah menulis reflektif, seperti jurnal harian atau mingguan. Melalui kegiatan ini, siswa diberi ruang untuk menuliskan perasaan, pengalaman, dan pandangan mereka tanpa takut dihakimi. Tulisan reflektif dinilai mampu membantu siswa mengelola emosi serta membangun kesadaran diri.

Selain itu, pembelajaran ramah emosi juga dapat diterapkan melalui diskusi empatik, berbagi cerita, presentasi, dan storytelling. Aktivitas tersebut melatih siswa untuk berani berbicara, mendengarkan secara aktif, serta menghargai perbedaan sudut pandang di dalam kelas.

Wenny menekankan bahwa peran guru sangat penting dalam menciptakan suasana kelas yang aman dan suportif. Guru diharapkan mampu menjadi fasilitator yang peka terhadap kondisi emosional siswa, bukan sekadar pengajar materi.

Melalui dialog Ngobras ini, disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang ramah emosi tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga mendukung kesehatan mental siswa sebagai bagian penting dari proses pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....