Cita Rasa Sunda di Madiun “Jajanan Si Teteh”

  • 15 Sep 2025 16:58 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Program Mozaik Indonesia di Pro1 RRI Madiun kembali mengangkat cerita inspiratif pelaku UMKM lokal. Kali ini, pendengar diajak mengenal lebih dekat sosok Fitri Andriyani, seorang perempuan asal Sunda yang kini menetap di Madiun dan sukses mengembangkan usaha kuliner khas tanah kelahirannya lewat brand Jajanan Si Teteh.

Dalam perbincangan hangat bersama penyiar RRI, Fitri yang akrab disapa Teh Fitri, berbagi kisah perjalanan hidupnya yang penuh semangat. Berasal dari Tasikmalaya,Jawa Barat, Teh Fitri memutuskan untuk menetap di Madiun setelah menikah dengan pria asli daerah tersebut. Perpindahan kota ini tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap membawa serta budaya dan rasa dari tanah Sunda.

“Awalnya saya kangen banget sama jajanan khas Sunda. Susah dicari di sini, akhirnya saya coba bikin sendiri. Dari situ mulai banyak teman-teman yang suka, lalu berkembang jadi usaha,” ujar Teh Fitri saat siaran langsung di studio Pro1 RRI Madiun, Senin (15/9/2025).

Usaha Jajanan Si Teteh resmi dirintis Teh Fitri dari skala rumahan. Dengan modal keterampilan memasak dan rese keluarga, ia mulai memproduksi berbagai camilan khas Sunda yang kini menjadi favorit warga Madiun. Produk andalannya antara lain:

  • Cirembey: olahan mi pedas khas Cirebon
  • Basreng Basah dan Basreng Goreng: bakso goreng gurih dengan berbagai level pedas
  • Baso Aci: bakso kenyal berbahan aci dengan kuah pedas segar
  • Cimol: aci digoreng dengan taburan bumbu khas

Serta berbagai varian jajanan lainnya yang menggugah selera. Outlet Jajanan Si Teteh kini telah dikenal luas oleh warga Madiun dan sekitarnya, terutama di kalangan pecinta makanan pedas dan jajanan kekinian. Selain berjualan langsung di outlet, Teh Fitri juga aktif memasarkan produknya melalui media sosial dan layanan pemesanan online, menjangkau pelanggan dari berbagai kalangan.

Selama obrolan, Teh Fitri juga membagikan tantangan dan pelajaran yang ia hadapi sebagai pelaku UMKM perempuan di kota rantau. Mulai dari pengenalan produk kepada masyarakat lokal hingga proses adaptasi dalam dunia bisnis kuliner yang penuh dinamika. “Yang penting konsisten, terus belajar, dan mau dengar masukan dari pelanggan. Alhamdulillah responnya baik, dan saya jadi makin semangat,” tuturnya optimis.

Kehadiran Teh Fitri dalam program Mozaik Indonesia diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat, terutama perempuan yang ingin memulai usaha dari nol. Semangatnya dalam melestarikan cita rasa daerah asal sekaligus beradaptasi dengan lingkungan baru menjadi contoh nyata bahwa usaha kecil bisa memiliki dampak besar bila ditekuni dengan sepenuh hati.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....