SMAN 2 Madiun Kirim Enam Finalis OSN Jatim
- 14 Agt 2025 09:01 WIB
- Madiun
KBRN,Madiun: SMAN 2 Madiun mengirim enam siswa ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jawa Timur 2025. Keenam siswa tersebut adalah Abu Zea Sulaiman (cabang matematika), Rhea Madeline (cabang matematika), Rio Asnawi (cabang fisika), Farid Dhiya Farras (cabang fisika), Fauzan Rizky (cabang kimia) dan Joanne Callysta (cabang biologi). Mereka melaju ke tingkat provinsi mewakili kota Madiun setelah menjadi pemenang di tingkat kota.
Tidak hanya proses seleksi yang panjang sejak dari tingkat sekolah, luasnya cakupan materi menjadi tantangan untuk mereka. Dalam sesi obrolan Sore Ceria PRO 2 RRI Madiun, mereka mengungkapkan banyaknya rumus dan teorema yang bahkan tidak diajarkan di sekolah menjadi beberapa faktor yang menyulitkan mereka. Walaupun demikian, hal itu sekaligus membuktikan kemampuan dan kelayakan mereka melaju ke tingkat provinsi.
"Jadi harus belajar mandiri, mengikuti pelatihan-pelatihan dari lembaga luar, kemudian dari buku-buku dan relasi atau teman-teman dari luar sekolah yang mereka banyak mencetak medalis", ungkap Abu Zea.
Zea, sapaan akrab Abu Zea, mengatakan tingkat kesulitan soal-soal OSN provinsi jauh melebihi OSN kota. Namun demikian bagi siswa yang sudah dua kali menjadi finalis ini, latihan soal dan membaca berbagai referensi untuk memperdalam materi merupakan kunci untuk setiap peserta OSN.
"Seperti teorema-teorema karena batasan materi untuk OSN matematika ada geometri yang rumusnya banyak, jadi ada beberapa hal seperti teorema-teorema yang perlu dibaca dan dipahami agar mempermudah kita mengerjakan soal-soal olimpiade", jelasnya.
Selain itu, tidak pantang menyerah ketika dihadapkan dengan soal dengan tingkat kesulitan tinggi akan berdampak pada peningkatan kemampuan dan pengetahuan. Menurutnya memahami konsep lebih utama dari sekedar menghafalkan banyak rumus.
"Jangan langsung dihafalin rumusnya. Pahami konsepnya agar ketika diberi soal yang berbeda kita bisa menyelesaikan lebih banyak soal lagi. Jika kita mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal itu sebenarnya sinyal bahwa kita memang benar-benar belajar dan sedang berada dalam fase menambah ilmu baru", tambah Zea.
Sementara itu, strategi mencicil hafalan sangat dibutuhkan dalam cabang biologi. Kemampuan yang lebih komplek menjadi tantangan dalam mata pelajaran ini. Menurut Joanne, hal ini dikarenakan hafalan, hitungan dan kemampuan bahasa Inggris sangat dibutuhkan dalam biologi.
"Belajar dari jauh jauh hari, gak bisa didadak karena hafalannya banyak banget. Mencari referensi dari buku-buku seperti Campbell dan Sherwood. Cari jurnal-jurnal bahasa Inggris. Perkuat bahasa Inggris karena itu dibutuhkan banget, karena nama-nama anatomi seperti istilah-istilah etologi dan ekologi itu banyak yang berbahasa Inggris. Dalam biologi perlu diperkuat hitung-hitungan karena genetika evolusi itu juga hitung-hitungan. Latih logika juga selain latihan soal-soal", tuturnya.
Siswa-siswa SMAN 2 Madiun ini sangat senang berkesempatan melaju di OSN tingkat provinsi. Ketekunan belajar dan mengikuti lomba yang diselenggarakan universitas-universitas membantu mereka menyiapkan diri untuk berkompetisi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....