Tania: Slow Living-nya Madiun Serasa di Rumah Sendiri

  • 27 Jul 2025 11:28 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Slow living di Kota Madiun ternyata justru menjadi daya tarik wisata. Jauh dari hingar bingar kota besar dengan kehidupan sibuk dan ekstra cepat, Madiun merupakan kota perdagangan, pendidikan, industri dan budaya yang terasa seperti rumah bagi warga asing. Demikian yang dirasakan Tania Escarlet Marin Calles, warga Mexico yang sedang menjalani program relawan world packer di Kelurahan Winongo, Kota Madiun.

Saat dialog Madiun Raya Pagi Ini di PRO 1 RRI Madiun (24/07/2025), Tania memilih kota Madiun sebagai tujuan world packer-nya karena budaya dan karakter kehidupan masyarakatnya. Dia menyatakan, berbeda dengan kota yang memang sudah terkenal dan dirancang sebagai destinasi wisata, Madiun memiliki aura yang lebih tenang dengan slow living-nya. Alasan ini juga yang menurut Tania membedakan kota Madiun dengan kota-kota besar di Indonesia yang lebih terkenal. Kota Madiun, menurutnya, memberikan kesan akrab, seolah berada di kampung halaman walaupun kenyataannya dia sedang berada di negara orang.

"Jakarta memang terkenal tapi itu tempat bagi orang-orang yang sibuk. Menjadi kota sibuk. Begitu juga Bali, lebih ke tempat yang memang dirancang untuk wisatawan, mungkin akan membuat kita merasa nyaman. Tapi Madiun lebih membuat saya merasa di rumah sendiri walau sedang berada di negara lain", tutur Tania.

Slow living adalah sebuah gaya hidup yang menekankan pada kehidupan yang lebih lambat, santai, dan sadar akan waktu serta lingkungan sekitar. Dikutip dari beberapa sumber, kehidupan yang cenderung lambat bukan berarti bermalas-malasan, tetapi menjadi produktif dengan tetap menikmati momen dan proses yang dijalani dari pada terburu-buru dan mengejar kuantitas.

Selain gaya dan ritme kehidupannya, keramahan warga kota Madiun juga memberikan kesan hangat tersendiri bagi pendatang. Hal ini merupakan bagian dari budaya dan menjadi daya tarik bagi warga asing. Kebiasaan dan cara bersosialisasi inilah yang membuat Tania terkesan selama berada di kota Madiun.

"Kesan pertama adalah kebaikan warganya. Kalian sangat hangat, ramah, menerima kami dengan banyak cinta dan kebahagian. Itu itu yang sangat berkesan", lanjutnya.

Slow living lebih berfokus pada kehidupan yang santai, sederhana, dan sadar dengan waktu serta keadaan sekitar. Pelaku slow living juga akan lebih berfokus untuk menikmati proses, hingga kemudian mendapatkan hasil yang berkualitas. Slow living menjadi gaya hidup yang banyak diterapkan oleh orang-orang yang ingin mencapai keseimbangan dalam hidupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....