Menghadapi Teman Close Minded dengan Keteladanan Nyata
- 24 Jul 2025 15:50 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Pola pikir terbuka atau open minded adalah cara berpikir yang penting dimiliki untuk menghadapi dan memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari. Namun ada juga orang yang closed minded, yakni mereka yang tertutup dengan gagasan berbeda dan enggan mendengarkan orang lain. Menghadapi teman atau rekan yang memiliki pemikiran tertutup memang tidak mudah.
Oleh sebab itu, dosen program studi Bimbingan Konseling Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Madiun, Bernadus Widodo memberikan kiat menghadapi orang yang closed minded dengan cara efektif. Seperti menjadi teladan dan tidak memberikan nasehat berlebih kepada mereka.
“Menjadi role model mungkin akan lebih kena dan akan lebih menginspirasi. misalnya kita menjadi sosok pribadi yang berani terbuka, menyampaikan pendapat, tidak takut salah, berani kegagalan. Ini suatu kesaksian hidup yang konkrit dan nyata,” jelasnya, Kamis (24/7/2025).
Bernadus Widodo juga menyampaikan beberapa ciri orang berpikir secara terbuka. Di antaranya adalah bersedia mendengarkan dan mempertimbangkan berbagai pendapat orang lain. Menurutnya, hal tersebut sangat berguna saat seseorang mencari solusi untuk menghadapi masalah dalam hidup.
“Saya kira salah satu ciri yang sangat menonjol dari orang yang memiliki pola pikir open minded. Kita perlu pertimbangan untuk mengatasi masalah dan mengambil keputusan,” lanjutnya.
Orang open minded juga ditandai dengan berani mengutarakan pemikiran atau pendapat pribadi. Selain itu, mereka tidak mudah berprasangka buruk pada orang atau topik tertentu.
Lebih lanjut, Bernadus Widodo menambahkan ciri lainnya adalah bersedia menerima informasi baru atau gagasan berbeda dari orang lain. Terakhir, orang dengan pola pikir terbuka berkarakter memiliki rasa empati tinggi dan rendah hati.
“Ini yang bisa kita refleksikan. kalau kita miliki, bisa jadi modal luar biasa untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam hidup,” tambahnya.
Bernadus Widodo mengatakan bahwa cara berpikir ini bisa atau bahkan sudah dimiliki oleh siapapun. Hanya saya setiap orang memiliki presentase kemampuan yang berbeda.
Cara berpikir terbuka bisa dilatih dengan cara merefleksikan diri dengan mengajukan pertanyaan pemantik pada diri sendiri. Tidak hanya itu, bisa juga dengan berani bertanya dan berkolaborasi dengan orang lain.
“Ini kalau dilatih secara sederhana dan konsisten, tentu pola berpikir terbukan akan tumbuh menjadi milik kita,” katanya.
Bernadus Widodo menuturkan bahwa cara berpikir open minded memberikan kontribusi positif untuk diri, seperti bersikap lebih kritis, dapat menerima gagasan dari orang lain, dan membuat seseorang bisa mendapatkan solusi dari masalah yang mereka hadapi. Sebab, menurutnya, seseorang tidak selalu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, namun memerlukan kolaborasi dengan orang lain.
“Menurut refleksi saya, pola pikir open minded menjadi hal yang krusial untuk menghadapi segala peristiwa dalam situasi apapun,” tutupnya. (UF)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....