Cara Mencegah Cyber Bullying
- 30 Apr 2025 09:21 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Media sosial (medsos) seperti Youtube, Facebook dan Instagram menjadi media yang cukup sering berisi tindak cyber bullying. Hal ini dikarenakan media sosial tersebut yang paling sering digunakan oleh orang. Selain itu, Youtube, Facebook, dan Instagram juga memiliki fitur yang mudah digunakan.
Hal tersebut dikatakan, Dosen Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Kota Madiun, David Ary Wicaksono, S.Psi., M. Si. Dia mengatakan dalam Youtube, Facebook dan Instagram, orang lain bebas berkomentar pada post orang lain, terkadang komentar tersebut bersifat negatif bahkan hingga menyakiti orang tersebut.
Hal ini sangat sering terjadi di media sosial, selain itu saling menghina juga sering ditemukan dalam komentar di media sosial Youtube, Facebook, dan Instagram. “Cyber bullying cenderung memiliki niat untuk mencelakai korban,” ujar dia saat menjadi narasumber Pengarusutamaan Gender (PUG) Pro 1 RRI Madiun, Rabu (16/4/2025) lalu.
Hal ini, David mengatakan, dikarenakan pelaku cyber bullying memang pasti punya niat jahat terhadap korbannya, ia cenderung suka menindas dan menyakiti orang lain. Cara mencegah dan menghindari Cyber Bullying diantaranya;
1. Pikir ulang sebelum mengunggah sesuatu
David mengatakan, internet merupakan ruang publik yang begitu luas dan tak memiliki batas jelas. “Setiap pengguna dapat menggunggah apapun sesuai dengan keinginannya. Tetapi, respon orang lain belum tentu semuanya sama, baik dalam hal pujian atau justru hujatan,” ucap dia.
2. Edukasi diri
“Salah satu cara menghindari dan mencegah cyber bullying tentu dengan mengedukasi diri sendiri terlebih dahulu,” ujar David. Edukasi ini dapat dimulai dari memahami maknanya, bagaimana terjadinya, apa saja yang termasuk ke dalamnya, penyebabnya, hingga cara-cara menghindari dan meredakannya.
Edukasi mengenai cyber bullying ini penting bagi siapa saja. “Hal ini untuk menghindari perilaku “main hakim sendiri” yang teradi di internet,” ucap dia. Bisa saja seseorang tanpa sadar telah melakukan tindakan tersebut dan melukai orang lain sehingga berakibat fatal (berdampak pada psikologis).
3. Lakukan Kontrol Privasi
David mengatakan, menghindari kalimat-kalimat kebencian yang nantinya berujung pada cyber bullying dapat dilakukan dengan mengaktifkan fitur privasi. “Hal ini bertujuan sebagai proteksi karena hanya orang tertentu yang dapat melihat unggahan pada akun kamu. Setidaknya terdapat batasan-batasan jelas,” ucap dia.
Misalnya mengatur postingan status Facebook dari yang bersifat publik menjadi only friends yang artinya hanya teman atau lingkaran pertemanan di akun Facebook kamu saja yang bisa membacanya.
4. Bangun Suasana Positif
“Nuansa positif merupakan salah satu cara untuk mengatasi cyber bullying,” ujar David. Berbagai hal dapat dilakukan agar orang-orang lebih perhatian pada kasus-kasus pembulian walaupun hanya melalui media online.
Pada dasarnya, sakit hati pun akan dirasa walaupun tidak tatap muka. Bangunlah suasana positif dengan mengajak orang lain untuk lebih bersimpati pada cyber bullying. Beri tahu seberapa perlunya mencegah hal tersebut terjadi. “Bicara pada pembuli juga merupakan bentuk upaya terulangnya kejadian yang sama di masa akan datang,” ucap dia.
David mengatakan, cyber bullying paling besar disebabkan oleh sakit hati, marah, dan dendam yang semakin didukung dengan kemudahan teknologi seperti akses internet 24 jam. “Karena orang yang marah, sakit hati dan memiliki dendam lebih bermotif untuk melakukan cyber bullying untuk melampiaskan emosi, amarah, sakit hati dan membalaskan dendamnya kepada orang tersebut atau orang lain,” ucap dia.
Cyber bullying dapat berdampak besar pada korban yaitu membuat harga dirinya menjadi rendah. “Hal ini tentu berdampak pada kepercayaan dirinya dan kepada harga dirinya. Jadi kita harus jadi smart people yang baik dan harus pandai dalam bersosial media,” ujar David mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....