Makna Kupat dan Lepet

  • 07 Apr 2025 20:34 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Dalam tradisi Kupatan atau Lebaran Ketupat di masyarakat Jawa, selain kupat atau ketupat ada olahan sejenis yang juga dibungkus janur bernama lepet. Ketupat dan lepet memang serupa tapi tidak sama. Dari segi bentuk ketupat umumnya dibungkus janur yang dianyam khusus berbentuk prisma segi empat, sedangkan lepet terbungkus gulungan utuh janur. Dari segi isian, ketupat terbuat dari beras, sementara lepet terbuat dari ketan dan parutan kelapa.

Makanan yang membutuhkan waktu memasak hingga empat atau lima jam ini memiliki filosofi mendalam. Merangkum dari beberapa sumber, bungkus janur dimaknai sebagai “nur” atau cahaya. Bentuk prisma segi empat melambangkan bentuk hati manusia. Sehingga janur yang berbentuk prisma segi empat bermakna hati yang bercahaya. Isian beras dan ketan yang berwana putih dimaknai agar pada Lebaran hati yang bercaha tersebut kembali bersih atau suci.

Dalam bahasa Jawa, ketupat atau kupat merupakan kependekan dari “ngaku lepat” (mengaku salah). Sementara lepet kependekan dari “silep ingkang rapet” (kubur dengan rapat). Dengan kata lain, ketupat dan lepet dimaknai sebagai symbol pengakuan dosa. Dilambangkan dengan ketupat dan lepet, manusia diharapkan saling memaafkan dan mengubur segala dosa dan kesalahan. Sementara lepet yang dililit dengan tali, juga bermakna tali persaudaraan yang erat. Hal ini mengandung harapan, setelah saling memaafkan maka terjalin persaudaraan yang makin erat.

Kupat/ ketupat dan lepet menjadi bagian dari tradisi yang dikembangkan oleh para wali penyebar agama islam di Jawa. Akulturasi budaya yang masih terjaga ini diharapakan agar masyarakat tidak lupa akan makna kesucian Idul Fitri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....