Menjaga Iman kepada Allah: Penyebab Lemahnya Iman dan Cara Menjaga Iman
- 19 Mar 2025 15:40 WIB
- Madiun
KBRN, Mqadiun : Dalam program Tauladan yang disiarkan oleh Pro 2 RRI Madiun, Ustadz Ofan menyampaikan pesan penting tentang menjaga iman kepada Allah. Menurut Ustad Ofan, keimanan adalah sesuatu yang ada dalam hati, namun pembuktiannya terletak pada tindakan kita dalam menjalankan perintah agama.
“Keimanan itu ada di dalam hati. Tapi bukti keimanan itu adalah menjalankan semua perintah yang diperintahkan oleh agama. Jadi, ketika kita kadang salatnya masih sering ditawar atau perintah agama yang lain juga masih sering kita tawar, itu berarti pembuktian keimanan kita kurang. Jika pembuktiannya kurang, maka keimanan di dalam hati kita mungkin juga tidak kuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ustadz Ofan mengingatkan bahwa iman bisa bertambah atau berkurang sesuai dengan amalan yang kita lakukan.
"Iman itu bisa berkurang dan bertambah, seiring kita menjalankan perintah dan menjauhi larangannya. Jika kita masih menjalankan apa yang dilarang, di situ keimanan kita otomatis menurun," tegasnya.
Dalam menjaga keimanan, Ustadz Ofan mengingatkan agar kita waspada terhadap godaan setan yang bisa masuk ke dalam hati. Salah satu cara untuk melindungi diri dari godaan setan adalah dengan meminimalisir hawa nafsu.
"Cara menjaga keimanan dengan membatasi atau mengeblok akses setan bisa masuk ke hati kita. Dengan cara meminimalisir permintaan hawa nafsu. Jika kita sering menuruti hawa nafsu, maka setan itu akan mudah menemukan pintu masuk ke dalam hati kita," ungkapnya.
Ustadz Ofan juga menyoroti beberapa penyebab lemahnya iman. Menurutnya, salah satu faktor utama adalah jauhnya kita dari ulama dan kurangnya pengetahuan tentang agama.
"Lemahnya hati dan iman disebabkan, yang pertama, kita jauh dari ulama. Kemudian kurangnya pengetahuan memahami hati dan agama, karena setiap kondisi hati kita bisa berbolak-balik atau mudah berubah," paparnya.
Setiap manusia memiliki ujian keimanan. Ketika iman sudah tertancap kuat di dalam hati, Ustadz Ofan menjelaskan, ujian hidup yang datang tidak akan membuat kita merasa berat.
"Ketika keimanan sudah tertancap kuat dalam hati, saat ujian datang kita tidak akan melihat ujiannya tapi siapa yang menguji. Maka itu lah kita tidak akan merasa ujian itu berat karena kita melihat siapa yang menguji," ujarnya.
Ia juga mengingatkan kita tentang tujuan hidup yang sering terlupakan. Dengan selalu mengingat tujuan hidup, kita akan merasa lebih ringan dalam menghadapi segala ujian, karena kita tahu bahwa Allah menyediakan pahala bagi yang taat, dan bagi yang menentang, Allah telah menyiapkan peringatan agar kembali ke jalan yang benar.
"Kenapa kita sering merasa ujian itu berat dan putus asa, karena kita sering lupa apa tujuan kita hidup di dunia. Kalau kita ingat kembali manusia diciptakan tidak lain hanya untuk beribadah kepada Allah," kata Ustadz Ofan.
Ustadz Ofan juga berbicara tentang tantangan dalam menjalankan ibadah sebagai perwujudan iman. Ia mengajak umat untuk memanipulasi hati agar merasa lebih ringan dan semangat dalam beribadah, seperti halnya saat kita semangat pergi ke tempat yang kita sukai. Ia menyarankan agar kita bisa memprovokasi hati kita supaya semangat menjalankan ibadah, seperti halnya semangat saat pergi ke warung atau tempat lainnya.
“Manusia kan umumnya lebih ringan menjalankan maksiat. Ketika kita berat menjalankan ibadah, coba kita manipulasi atau rayu hati kita supaya mau menjalankan ibadah itu juga dengan enak, indah, dan enjoy. Menjadikannya ringan, seringan ketika kita melakukan kemaksiatan. Kita cari alasan atau motivasi yang membuat kita juga ringan dalam menjalankan ibadah” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....