Penjelasan Tentang Setan Diikat Pada Bulan Ramadan
- 28 Feb 2025 17:21 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Ramadan adalah bulan yang selalu dinanti umat muslim di dunia. Terdapat banyak keberkahan di bulan suci ini. Dalam hadis dijelaskan pada Bulan Ramadan dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dan diikatnya setan. Apa maksudnya?
Ustaz Shofar S.Pd.I SM saat menjadi narasumber Mutiara Pagi Pro 1 RRI Madiun pada Sabtu (22/2/2025) lalu mengatakan, Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) pernah menyampaikan pada para sahabat.
“Rasulullah menyampaikan pada para sahabat, telah datang pada kalian wahai sahabatku, Bulan Ramadan. Ini bulan yang penuh keberkahan, pada Bulan Ramadan ini dibukakan pintu-pintu surga,” ujarnya.
Pada Bulan Ramadan ini ditutup pintu neraka. Dan pada Bulan Ramadan ini diikatnya para setan. Pada Bulan Ramadan ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan orang yang tidak mendapatkan pada malam qadar itu, maka sungguh telah jauh dari kebaikan.
Jelas Shofar, kabar gembira ini yang disampaikan Rasulullah Muhammad SAW pada para sahabatnya dan dan juga bagi umatnya.
Bulan Ramadan itu penuh keberkahan. Pada Bulan Ramadan dibuka pintu surga. Dijelaskan oleh para ahli hadis dalam syarahnya itu.
“Artinya adalah pertama, maknanya bisa makna hakiki, bahwa benar dibuka pintu surga, ditutup pintu neraka, dan diikatnya para setan,” ucapnya.
Kemudian, jelas Shofar, yang kedua makna, maknawi. “Bahwa dinamakan dibukanya pintu surga, yaitu dibukakannya pintu daripada pintu-pintu kebaikan. Jalan, dari pada jalan-jalan kebaikan”.
Hal itu, jelas Shofar, sebagaimana dapat dirasakan pada Bulan Ramadan itu berbuat baik itu mudah. “Untuk membantu, memberi, bersedekah hati kita itu merasa mudah dan ringan,” ucap dia.
Lalu ditutup pintu neraka, Shofar mengatakan, para pakar hadis menjelaskan pada Bulan Ramadan ditutupnya pintu keburukan.
“Maka tidak jarang kita begitu kuat menahan hawa nafsu. Begitu kita menghindarkan diri dari kebiasan buruk yang mungkin di bulan sebelumnya sering terjebak dalam keburukan. Ketika Ramadan tiba, kita mudah melepaskan kebiasaan buruk,” jelasnya.
Kemudian diikatnya para setan. “Dijelaskan beberapa pengertian, diantaranya bahwa yang diikat itu kepala-kepala setan, pimpinan setan. Setan yang bawah masih berkeliaran. Kedua artinya, disempitkannya godaan dan gangguan dari pada setan,” ujar Shofar.
Namun mengapa pada Bulan Ramadan masih ada yang berbuat keburukan? “Itu adalah hawa nafsu. Sebab hawa nafsu kita yang harus kendalikan, dan Ramadan adalah bulan pengendalian hawa nafsu yang sesungguhnya,” ucapnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....