Pedagang Mainan Barongsai yang Mengais Rezeki di Festival Kampung Pecinan Kota Madiun

  • 27 Jan 2025 06:30 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Suasana Festival Kampung Pecinan di Kota Madiun tidak hanya dimeriahkan oleh seni barongsai dan kuliner khas Tionghoa, tetapi juga oleh pedagang mainan khas imlek yang datang dari berbagai daerah. Salah satunya adalah Sobirin, seorang penjaja mainan anak asal Cirebon yang menjual mainan barongsai di tengah keramaian festival.

Sobirin, yang sudah menekuni profesi ini selama lebih dari lima tahun, mengaku menjelajahi berbagai kota untuk menjajakan mainan anak-anak. “Saya keliling kota untuk cari rezeki, dan kali ini mencoba peruntungan di Madiun,” ujar Sobirin saat ditemui di sela-sela berjualan.

Mainan barongsai yang dijual Sobirin di buat sendiri bersama teman-temannya dengan bahan dasar busa dan bulu2. Keterampilan sobirin dalam membuat mainan ini menjadi modal sebagai mata pencahariannya. Mainan Barongsai dihargai Rp25.000 hingga Rp30.000 per buah. Meski baru sehari berjualan di festival ini, dia tetap optimis akan bisa menghabiskan barang dagangannya. “Masih awal, belum tahu hasilnya. Gak mesti sih. Tapi harapannya bisa laku banyak,” tambahnya dengan senyum optimis.

Sobirin saat menjajakan Jualan Mainan Barongsainya di Festival Kampung Pecinan Kota Madiun (Nia/RRI)

Setelah menyelesaikan perjalanannya di Madiun, Sobirin berencana melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta untuk kembali menjajakan mainan. “Saya selalu mencoba ikut keramaian seperti ini. Biasanya di acara-acara festival anak-anak suka beli mainan, jadi saya sesuaikan jualannya, habis ini saya ke Jogja” jelasnya.

Sobirin adalah potret pedagang gigih yang tak kenal lelah dalam mencari rezeki. Kehadirannya di Festival Kampung Pecinan tidak hanya memberikan warna tersendiri, tetapi juga menjadi bukti bahwa momen kebudayaan seperti ini mampu mendatangkan manfaat ekonomi bagi banyak pihak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....