Islam dan Kepedulian terhadap Penyandang Disabilitas: Hikmah dan Teladan

  • 03 Des 2024 08:44 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kesetaraan. Dalam pandangan Islam, penyandang disabilitas bukanlah kelompok yang layak dikasihani, tetapi mereka adalah individu yang memiliki hak dan martabat sama di hadapan Allah dan manusia. Ajaran Islam, yang dilandasi oleh Al-Qur'an dan Sunnah, menegaskan pentingnya kasih sayang, penghormatan, dan dukungan terhadap sesama, termasuk penyandang disabilitas. Hal itu disampaikan ustadz Dr.KH. Agus Tri Cahyo, M.A, pada tausiyahnya pada Mutiara Pagi RRI Madiun. (3/12/2024).

“Dalam Islam, disabilitas dipandang sebagai bentuk ujian dari Allah yang diberikan kepada sebagian hamba-Nya. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286). Ayat ini menunjukkan bahwa setiap ujian yang diberikan kepada manusia, termasuk keterbatasan fisik atau mental, disesuaikan dengan kemampuan individu tersebut untuk menghadapinya”, ujar Agus Tri Cahyo.

Ustadz Agus Tri Cahyo mengatakan, Islam memberikan hak-hak khusus kepada penyandang disabilitas, seperti : hak atas pendidikan, mereka berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan sesuai dengan kebutuhannya. Hak atas pekerjaan : Islam memandang bahwa setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, berhak atas pekerjaan yang layak, dan Hak atas penghormatan dan perlakuan adil.

Larangan mendiskriminasi penyandang disabilitas dalam Islam, berdasarkan kekurangan fisik atau mental dilarang keras. Al Qur'an menyebutkan: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” Ayat ini menekankan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh kondisi fisiknya, tetapi oleh ketakwaannya,” ujarnya.

Hikmah di balik keberadaan disabilitas menurut Agus Tri, sebagai ujian dan peningkatan derajat dan sebagai pengingat untuk bersyukur. Sementara itu implementasi kepedulian terhadap penyandang disabilitas yakni, peran keluarga, tanggung jawab masyrakat, dan peran pemerintah.

Islam mengajarkan penghormatan dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas. Hikmah dari keberadaan mereka mengajarkan sabar, syukur, dan empati. Teladan Rasulullah menjadi dasar penting bagi umat Islam untuk mendukung dan menghormati mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....