Betulkah Anggur Muscat itu Berbahaya untuk dikonsumsi?

  • 07 Nov 2024 21:09 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun; Anggur Shine Muscat dikenal karena rasa manisnya yang khas dan aromanya yang menyegarkan. Namun, seperti buah lainnya, anggur ini juga bisa memiliki bahaya tersembunyi yang perlu diketahui oleh konsumen. Berikut adalah beberapa potensi risiko yang terkait dengan anggur Shine Muscat.

1. Penggunaan Pestisida

Salah satu masalah utama dalam pertanian anggur adalah penggunaan pestisida. Banyak petani menggunakan bahan kimia untuk melindungi tanaman dari hama dan penyakit. Jika tidak dicuci dengan baik, residu pestisida dapat tertinggal pada kulit anggur, yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

2. Kandungan Gula Tinggi

Anggur Shine Muscat memiliki kandungan gula yang tinggi, yang meskipun alami, bisa menjadi masalah bagi orang yang mengawasi asupan gula, seperti penderita diabetes. Mengonsumsi buah ini dalam jumlah besar dapat mempengaruhi kadar gula darah.

3. Alergi

Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap anggur, termasuk Shine Muscat. Gejala dapat berkisar dari gatal-gatal hingga masalah pencernaan. Jika ada riwayat alergi terhadap buah-buahan tertentu, sebaiknya berhati-hati.

4. Penyimpanan yang Tidak Tepat

Anggur yang disimpan dalam kondisi tidak tepat dapat berkembang menjadi jamur atau bakteri. Mengonsumsi anggur yang terkontaminasi dapat menyebabkan keracunan makanan atau infeksi.

5. Bahan Tambahan

Jika membeli anggur yang sudah diolah, seperti jus atau kismis, periksa label untuk bahan tambahan yang mungkin berbahaya, seperti pengawet atau pemanis buatan yang tidak diinginkan.

6. Kadar Alkohol dalam Fermentasi

Untuk mereka yang menikmati anggur dalam bentuk anggur fermentasi, perlu diingat bahwa anggur Shine Muscat yang difermentasi bisa mengandung kadar alkohol yang cukup tinggi, yang mungkin tidak cocok untuk semua orang, terutama anak-anak dan wanita hamil.

Cara Mengurangi Risiko

Untuk menikmati anggur Shine Muscat dengan aman, berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

  • Cuci Anggur dengan Baik: Pastikan untuk mencuci anggur dengan air mengalir sebelum dikonsumsi untuk mengurangi residu pestisida.
  • Perhatikan Asupan: Batasi konsumsi anggur jika memiliki masalah dengan kadar gula darah.
  • Cek Alergi: Jika baru mencoba anggur, mulailah dengan porsi kecil untuk menghindari reaksi alergi.
  • Simpan dengan Benar: Simpan anggur di tempat yang sejuk dan kering untuk mencegah pertumbuhan jamur.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan bahwa tiap jenis pestisida memiliki risiko kesehatan yang berbeda terhadap manusia. Hal itu tergantung pada senyawa kimia dalam pestisida tersebut, jumlah asupan, yakni residu yang ada dalam bahan makanan, dan lama paparan. Aji kemudian memaparkan sejumlah dampak kesehatan yang terjadi akibat paparan pestisida dalam jangka waktu lama dan dosis yang cukup.

Efek paparan pestisida dibagi menjadi dua jenis, yaitu sitemik dan non sistemik. Menurut Aji, efek sistemik ini terjadi karena pestisida diserap oleh tanaman dan beredar melalui jaringan tanaman, sehingga residunya susah dihilangkan. Hal ini bisa mengakibatkan gangguan kinerja endokrin dan gangguan fungsi hati, serta gangguan ginjal.

"Pestisida dengan efek sistemik diserap oleh tanaman dan beredar melalui jaringan tanaman, sehingga residunya dapat bertahan di dalam buah atau bagian tanaman lainnya, bahkan setelah dicuci," kata Aji Muhawarman, seperti ditulis Antara, Selasa (29/10/2024).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....