Synchronize Fest Mendapuk Drawmama Sebagai Kolaborator di Tahun 2026
- 12 Mar 2026 07:18 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Pada edisi ke-11 di tahun 2026, Synchronize Fest kembali mengajak sosok perupa, ilustrator, designer sekaligus kolaborator untuk membentuk, berdiskusi, berproses sekaligus menyampaikan gagasan festival musik sebagai bagian daripada berbahasa visual dengan publiknya.
Kolaborator kali ini seorang seniman/ilustrator multidisiplin dengan berbagai pendekatan medium sudah lebih dari 20 tahun mencoba mengolah bahasa visual melalui berbagai medium dengan melihat keresahan yang tidak jauh dari sekelilingnya. Dingin, janggal, familiar tapi tidak akrab, ramai dengan tatap kekosongan, festive namun dengan gestur kegetiran, adalah Marishka Soerkarna (@drawmama).
Pemilihan Marishka Soekarna oleh tim Synchronize Fest kerap dapat mewakili dan membahasakan keresahan, ketidakpastian dan kekhawatiran kita. Visual digambarkan dengan perasaan campur aduk dan ironi rasanya sangat relevan dengan keadaan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat Indonesia sekarang ini.
Marishka Soekarna adalah seniman visual asal Indonesia yang sedang berdomisili di Belanda. Berlatar belakang pendidikan Seni Murni jurusan Seni Grafis, praktik berkeseniannya melingkup berbagai metode dan medium superti gambar, lukisan, cetak-mencetak, digital, mural, video dan ínstalasi.
Dalam karya-karyanya, tubuh perempuan kerap dihadirkan sebagai medium bertutur dan merepresentasikan ruang yang intim tempat perjumpaan dirinya dengan memori, refleksi dan reaksi. Marishka merasakan ikatan yang mendalam dengan alam; sebuah dualisme yang menghadirkan ketenangan, namun juga menimbulkan rasa takut dan ketidakberdayaan di hadapan amarahnya.
Surealisme menjadi pendekatan bertuturnya - bukan untuk menjelaskan, melainkan untuk membangkitkan rasa, merangkai narasi personal dalam konteks yang universal melalui elemen-elemen yang samar dan simbolik.
Marishka pernah terlibat dalam pameran seperti Jakarta Biennale - Maju Kena Mundur Kena, Indonesia (2016), Jurnal De Virus, Romania (2021), Autostrada Biennale #3 - What If a Journey…, Kosovo (2021), Sablon Biennale, Indonesia (2024) dan Underdeveloped #1, Belanda (2024).