Evaluasi Sekolah Rakyat Madiun: Masalah Wi-Fi hingga Kurikulum Dibahas
- 07 Okt 2026 12:44 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar evaluasi pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Madiun yang berlangsung di Gedung Serba Guna SRT 1 Kabupaten Madiun, Kelurahan Nglames, Senin 5 Oktober 2026 lalu.
Evaluasi ini melibatkan seluruh unsur di SRT 1 Kabupaten Madiun, mulai dari tenaga pendidik, guru, hingga petugas keamanan, kebersihan, dan juru masak di sekolah berbasis asrama tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengimbau seluruh elemen di SRT 1 Kabupaten Madiun untuk mengidentifikasi setiap masalah, baik dalam kehidupan berasrama maupun proses belajar-mengajar. Menurutnya, pemetaan kendala sejak dini sangat penting agar solusi tepat dapat segera dirumuskan.
Hari menilai kegiatan evaluasi ini tidak perlu menunggu hingga akhir semester. Pasalnya, kegiatan pembelajaran dan pengasuhan asrama sudah berjalan sejak Agustus lalu, sehingga kendala teknis maupun operasional di lapangan harus segera dibenahi.
"Kita mau mengevaluasi karena kita sudah berjalan mulai Agustus, September, ini Oktober. kita evaluasi supaya secepat mungkin segera mengetahui permasalahan dan kendala yang dihadapi sehingga kita akan berikan satu solusi," tegas Hari.
Dari hasil evaluasi tersebut, terhimpun sejumlah kendala yang disampaikan oleh para peserta, di antaranya keterbatasan fasilitas Wi-Fi, kurikulum pembelajaran, digitalisasi, hingga usulan pembentukan grup WhatsApp (WA) untuk wali murid.
Menanggapi hal tersebut, Hari menjelaskan pihaknya langsung meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk menangani penyediaan jaringan Wi-Fi di area SRT 1. Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) bakal diterjunkan guna mendampingi para guru dalam menerjemahkan kurikulum Sekolah Rakyat agar sesuai dengan kondisi dan karakteristik siswa.
"Insya Allah tadi Diskominfo sudah kita ajak secepatnya akan segera kita atasi. Kemudian masalah kurikulum, Kepala Dindikbud sudah kita ajak akan mendampingi membuat kurikulum yang sesuai dengan kondisi anak-anak sekarang. Pokoknya setiap ada masalah kita akan segera selesaikan," ujarnya.
Hari menambahkan Pemkab Madiun berencana bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi digital kepada para siswa. Namun, ia menegaskan wacana terkait pembentukan grup WhatsApp (WA) untuk orang tua murid belum dapat direalisasikan demi menjaga kepatuhan terhadap aturan asrama yang membatasi penggunaan ponsel bagi siswa.
Bupati Madiun itu pun menekankan agar seluruh siswa, tenaga pendidik, hingga pengelola SRT 1 Kabupaten Madiun senantiasa menaati regulasi dan SOP yang berlaku dengan penuh kedisiplinan.
Hari dan beberapa kepala OPD bersama Kepala SRT 1 Kabupaten Madiun menutup kegiatan evaluasi tersebut dengan meninjau langsung aktivitas belajar di kelas-kelas dan menyapa siswa di SRT 1 Kabupaten Madiun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....