Kesulitan Adaptasi, 6 Siswa SRT 1 Kabupaten Madiun Mengundurkan Diri

  • 07 Okt 2026 12:04 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Pola sekolah berasrama menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Madiun. Tercatat sebanyak enam siswa dilaporkan memilih untuk mengundurkan diri karena kesulitan beradaptasi dengan lingkungan dan peraturan asrama yang diterapkan.

Kepala SRT 1 Kabupaten Madiun, Rohmah Agustin Setyowuni, mengatakan sebagian siswa sebelumnya mengira pola pendidikan di SRT sama seperti sekolah pada umumnya. Padahal, SRT menerapkan sejumlah aturan, termasuk pembatasan penggunaan telepon seluler.

"Kalau untuk mengundurkan diri ada. Itu lebih ke anaknya yang tidak bisa menyesuaikan diri. Kadang mereka mengira ya kayak sekolah biasa gitu, tapi kami tidak boleh pakai HP, terus kami juga ada pembatasan-pembatasan," ujar Agustin usai kegiatan arahan Bupati dan evaluasi pembelajaran di Sekolah Rakyat, di Gedung Serba Guna SRT 1 Kabupaten Madiun, Kelurahan Nglames.

Rohmah menyebutkan enam siswa yang mengundurkan diri mayoritas berada di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). "Kita kan yang paling banyak masuk SMP, yang kurang bisa menyesuaikan diri juga dari SMP," tambahnya.

Meski demikian, ia menegaskan kendala adaptasi ini tidak dialami oleh seluruh peserta didik. Sebagian besar siswa lain dinilai tetap mampu mengikuti dan menikmati proses belajar serta kehidupan di asrama. "Anak-anak tadi yang ada di kelas enjoy-enjoy," ungkapnya.

Mengenai sisa kuota yang ditinggalkan, Rohmah menyebut sebagian posisi sudah terisi kembali dan sebagian lagi masih dalam proses. "Ada yang terisi, ada yang belum," lanjut Agustin.

Ia menegaskan pihak SRT 1 Kabupaten Madiun tidak akan menahan atau memaksakan jika siswa merasa pola pendidikan berasrama belum cocok untuk mereka. Menurut Rohmah, proses pendidikan perlu berjalan dua arah dengan memperhatikan kenyamanan serta kesiapan anak dalam menjalani kehidupan di lingkungan asrama.

"Kami sekolah bukan institusi yang menahan anak harus masuk. Kita harus dua arah, kalau anak mau belajar ya kita follow up bakat minatnya apa," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....