Ketahanan Keluarga Cegah Narkoba melalui Gerakan Ananda Bersinar
- 30 Jul 2026 10:36 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, MADIUN — Mengantisipasi ancaman peredaran narkotika yang kian mengintai generasi muda, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengusung program prioritas bertajuk Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak). Program unggulan dari Kepala BNN RI ini berfokus pada penguatan fundamental masyarakat, khususnya sektor keluarga dan lingkungan pendidikan.
Penyuluh Narkoba BNN Kabupaten Nganjuk, Dida Prayojana Mahardika, S.T., menjelaskan bahwa Ananda Bersinar dirancang sebagai investasi jangka panjang dalam menjaga masa depan bangsa. “Jadi, Ananda Bersinar adalah aksi nasional anti narkotika dimulai dari anak. Nah, di sini kita mengetuk hati atau memanggil bagi setiap orang tua, pendidik dan masyarakat untuk bersatu menjaga generasi muda dari bahaya narkotika,” jelas Dida.
“Selain itu, Kepala BNN RI juga mengatakan bahwa gerakan Ananda bersinar ini adalah investasi cinta untuk masa depan bangsa agar Indonesia memiliki generasi yang berkarakter, sehat, dan berdaya. Jadi di sini kita tidak melulu tentang pengungkapan kasus, tidak tentang pemberantasan peredaran gelap narkotika, tapi kita lebih pada fundamental masyarakat," lanjut Dida menjelaskan. Oleh karena itu, program tersebut ditujukan untuk membangun karakter anak agar sehat, berdaya, serta memiliki daya tahan psikologis yang kuat terhadap pengaruh negatif lingkungan.
Dida juga mengungkapkan lebih lanjut terkait empat nilai utama yang ditanamkan melalui gerakan Ananda Bersinar. “ Nilai yang pertama adalah penanaman rasa cinta diri dan keluarga, kemudian kedua pembentukan kecerdasan moral serta sosial, lalu ketiga fokus pada kesehatan hidup tanpa zat adiktif, serta terakhir penumbuhan kepedulian sosial, “sebut Dida.
Nilai-nilai tersebut menjadi landasan utama bagi anak dalam menolak berbagai tawaran zat berbahaya. Sebagai langkah nyata, BNN melakukan berbagai aktivitas untuk mewujudkan program tersebut, mulai dari lingkup keluarga.
Pada tingkat lingkungan rumah, BNN mendorong penguatan Ketahanan Keluarga Anti Narkotika. Melalui program ini, para orang tua diajak untuk mengevaluasi pola komunikasi dengan anak, mengubah pendekatan otoriter menjadi hubungan yang adaptif, transparan, serta penuh empati layaknya seorang sahabat.
Dida menekankan pentingnya interaksi nyata antara orang tua dan anak, di mana intensitas komunikasi yang berkualitas idealnya dilakukan minimal tiga jam setiap hari. “ Orang tua diimbau tidak hanya memenuhi kebutuhan materi atau memberikan gawai, tetapi wajib hadir secara fisik dan emosional untuk mendampingi tumbuh kembang anak,” tegas Dida
Peran orang tua juga dituntut untuk menyesuaikan tahapan usia anak, mulai dari memberikan rasa aman di usia balita, menjadi pengarah hukum di usia anak-anak, hingga menjadi pendengar setia di masa remaja. Ketahanan keluarga yang kokoh diyakini menjadi benteng paling efektif dalam mencegah masuknya pengaruh buruk narkoba pada generasi penerus.
Sedangkan untuk lingkungan sekolah terdapat program Teman Sebaya Anti Narkotika. Melalui program Teman Sebaya Anti Narkoba, para siswa dibekali pemahaman mengenai bahaya narkoba serta keterampilan regulasi emosi (self regulation) agar mampu mengelola stres dengan cara yang sehat.
Selain pembekalan psikologis bagi siswa, BNN juga menginisiasi program Pendidik Sebaya Anti Narkotika yang melibatkan guru dan pelajar. Dida menegaskan bahwa lewat kolaborasi tersebut, maka lingkungan sekolah memiliki support system yang mampu memberikan edukasi secara konsisten. Selain itu juga turut serta memantau bagaimana perkembangan pola perilaku para remaja baik di dalam atau luar lingkungan sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....