Tingkatkan Kesiapsiagaan, BMKG Gelar Sekolah Lapang

  • 28 Apr 2026 13:59 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat upaya mitigasi bencana melalui program Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG). Program ini menyasar wilayah yang berpotensi terdampak gempa dan tsunami, termasuk sejumlah daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko bencana. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi situasi darurat.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa SLG merupakan bagian dari program nasional BMKG. Program ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan edukasi kebencanaan. Fokus utama kegiatan ini adalah wilayah rawan gempa dan tsunami. Peserta diberikan pemahaman dasar hingga praktik mitigasi.

“Sekolah lapang gempa bumi adalah penugasan dari BMKG pusat untuk wilayah-wilayah yang terdampak atau berpotensi gempa dan tsunami,” ujar Ricko. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat teori, tetapi juga praktik lapangan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan risiko hingga langkah penyelamatan diri. Hal ini penting agar masyarakat tidak panik saat terjadi bencana.

Selain SLG, BMKG juga memiliki program serupa seperti Sekolah Lapang Iklim dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan. Namun, khusus di stasiun geofisika, fokus utama adalah Sekolah Lapang Gempa Bumi. Program ini dirancang sesuai kebutuhan wilayah masing-masing. Dengan demikian, materi yang diberikan lebih relevan dengan kondisi setempat.

Menariknya, meskipun disebut “sekolah”, program ini tidak menyasar pelajar. Peserta umumnya adalah masyarakat dewasa, terutama perangkat desa dan komunitas tangguh bencana. Mereka diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan BMKG dalam menyebarkan informasi. Peran ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi kebencanaan.

“Umumnya peserta adalah usia dewasa, seperti perangkat desa atau destana, agar mereka bisa menjadi perpanjangan tangan kami di daerah,” tambah Ricko. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, informasi kebencanaan dapat diteruskan secara lebih efektif. Hal ini juga memperkuat kesiapsiagaan di tingkat lokal.

BMKG berharap melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi, masyarakat semakin sadar akan pentingnya mitigasi bencana. Edukasi yang berkelanjutan menjadi kunci dalam mengurangi risiko dampak gempa. Dengan kesiapan yang baik, potensi kerugian dan korban jiwa dapat diminimalkan. Program ini pun diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah rawan bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....