Upaya Dinkes Ngawi Dorong Masyarakat Aktif Ikuti CKG

  • 03 Feb 2026 17:48 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ngawi - Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan program yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan agar masyarakat dapat memeriksakan kondisi kesehatannya minimal satu kali dalam setahun, sebagai upaya deteksi dini penyakit. Namun, dalam pelaksanaannya program tersebut masih menghadapi tantangan.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah masih adanya sebagian masyarakat yang enggan memeriksakan kesehatan, karena kekhawatiran mengetahui kondisi penyakit tertentu. Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi menyiapkan berbagai strategi agar masyarakat lebih aktif mengikuti layanan CKG.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Ngawi, drg. Retno Dewi Sulistiorini, mengatakan promosi kesehatan menjadi langkah utama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat.

"Kita melaksanakan kegiatan penyuluhan, sosialisasi dimana pun menggunakan media apapun, kita laksanakan itu. Karena itu salah satu cara langsung untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait tema yang sedang atau masalah yang kita hadapi," ucap Retno, Senin 2 Februari 2026.

Selain promosi, Dinkes Kabupaten Ngawi juga mendekatkan layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat. Pendekatan ini dilakukan untuk menjangkau warga yang merasa lebih nyaman jika melakukan pemeriksaan secara kolektif.

"Jadi cukup bersurat biasanya, atau menginformasikan bahwa kelompok ini mau periksa kesehatan gratis. Nanti sasaran sudah dikumpulkan, mengundang tenaga kesehatan dari Puskesmas mungkin yang memfasilitasi tentu Dinas Kesehatan," lanjutnya.

Retno menambahkan, pada tahap awal pelaksanaan program, pihaknya juga mengintegrasikan kegiatan CKG dengan kegiatan bakti sosial sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat."Kami mengupayakan waktu itu bahkan sampai ada kegiatan baksos yang menggunakan paket goodie bag yang bisa diberikan untuk masyarakat," tambahnya.

Retno menyampaikan berbagai upaya tersebut terus dilakukan seiring memasuki tahun kedua pelaksanaan program CKG.

Untuk memperkuat layanan kesehatan kepada masyarakat, Dinkes Kabupaten Ngawi menerapkan program Integrasi Layanan Primer (ILP) sejak 2024. ILP merupakan bagian dari transformasi sistem kesehatan yang mengatur pelayanan berdasarkan kelompok usia, mulai dari bayi hingga lansia.

“Posyandu sekarang sudah dapat melayani seluruh siklus hidup kesehatan,” ujar Retno.

Retno menyampaikan, penerapan ILP tersebut telah menjangkau seluruh desa di Kabupaten Ngawi. (UF).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....