BNN Nganjuk Fokus Pencegahan Narkoba Pada Usia Muda

  • 21 Jan 2026 10:56 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun : Pemberantasan penyalahgunaan narkoba terus digalakkan oleh pemerintah. Tidak terkecuali di kabupaten Nganjuk, pemberantasan penyalahgunaan narkoba yang digawangi oleh BNN kabupaten Nganjuk fokus pada pencegahan pada anak usia muda.

Hal ini dikarenakan anak usia muda kedepan akan menjadi generasi emas ditahun 20245 dan sebagai penerus perjuangan bangsa dimasa mendatang.

“Pada saat ini banyak negara-negara di luar sana yang berperang dengan senjata. Sementara negara kita saat ini diserang oleh narkoba. Dan serangannya langsung tertuju kepada generasi muda kita. Nah, sementara kita punya misi generasi emas 2045. Maka banyak pihak yang tidak suka dengan gerakan yang dicanangkan oleh bangsa kita” Dikatakan Dida Prayojana Mahardika, S.T. (Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN Kabupaten Nganjuk) saat menjadi narasumber acara SANKSI (Suara Anti Narkoba, Korupsi dan Judi) di PRO 1 RRI Madiun. Rabu, 21 Januari 2026.

Ditahun 2025 berdasarkan data BNN, bahwa di Indonesia masyarakat yang terpapar narkoba mencapai 2,1 % dari populasi atau sekitar 4 juta jiwa.

Sementara rentang usia yang terpapar narkoba di Indonesia merupakan usia produktif yakni 15 – 24 tahun dan usia 25-49 tahun.

Dengan fakta tersebut, Berbagai kegiatan sebagai tindakan preemptif dilakukan BNN kabupaten Nganjuk seperti penyuluhan ke sekolah-sekolah dan kampus-kampus yang ada diwilayah setempat. Bahkan langsung kemasyarakat-masyarakat mulai tingkat desa atau kelurahan

“BNN Kabupaten Nganjuk memeiliki 3 tupoksi. Pertama pencegahan dan pemberdayaan masyarakat yang kedua rehabilitasi dan yang ketiga pemberantasan. Selain itu kami juga saat ini membuat satgas anti narkotika bersama BNN Povinsi Jawa Timur di setiap kabupaten kota yang belum ada BNN nya” kata Dida.

Sementara saat ditanya ciri-ciri orang yang terkena atau mengkonsumsi narkoba, Dida mengatakan hal tersebut dapat dilihat secara kasat mata. Dan hal tersebut dapat dibedakan menjadi beberapa kriteria.

“Seperti tahap coba pakai kondisinya masih seperti orang normal. Kemudian teratur pakai masih seperti orang biasa, namun nampak ada gangguan psikologis seperti yang tadinya ceria, riang menjadi murung dan lesu. Sementara tahap candu biasanya berpengaruh terhadap kondisi psikis dan fisik seperti mata cekung, bola mata menonjol, tubuh semakin kurus dari waktu ke waktu” tutup Dida.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....