Nuswantara Farm Bagikan Hitung-hitungan Cuan dari Pertanian

  • 18 Jan 2026 20:18 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ngawi: Budidaya melon hidroponik menjadi salah satu model pertanian yang dipamerkan di Agro Techno Park (ATP) Ngawi. Pengelola hidroponil, Nuswantara Farm, menilai jika pertanian ini memberikan keuntungan menjanjikan.

Owner Nuswantara Agro, Fuad, menjelaskan dengan modal tanam sekitar Rp6 hingga Rp7 juta, petani dapat meraih omzet kotor hingga 24 juta rupiah dari satu kali masa tanam selama kurang lebih 70 hari.

"Pada lahan sekitar 2,5 are dengan populasi maksimal 540 tanaman. Jika rata-rata bobot melon mencapai 1,5 kilogram per buah, eestimasi total produksi sekitar 600 hingga 700 kilogram. Dengan harga jual Rp28 ribu per kilogram, potensi omzet kotor mencapai 23-24 juta rupiah," kata Fuad.

Di greenhouse ATP, melon dikembangkan menggunakan sistem Nutrient Film Technique (NFT). Sistem ini memanfaatkan aliran air nutrisi tipis yang mengalir secara terus-menerus selama 24 jam.

Selain berorientasi pada hasil panen, budidaya melon hidroponik ini juga mengedepankan aspek edukasi. Fuad menegaskan pihaknya ingin mengubah stigma bahwa bertani identik dengan pekerjaan kotor dan kuno, sekaligus mendorong minat generasi milenial dan Gen Z untuk terjun ke dunia pertanian modern.

“Bertani itu sebenarnya mudah dan tidak perlu ditakuti. Dengan sistem seperti ini, bertani justru menyenangkan dan menguntungkan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....