Sosialisasikan Bahaya Perundungan, Mahasiswa Unipma Sasar Siswa SD
- 06 Des 2025 19:35 WIB
- Madiun
KBRN, Ngawi: Kesadaran mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas dari perundungan dinilai perlu ditanamkan sejak dini. Untuk itu mahasiswa KKN-T Berdampak Universitas PGRI Madiun (Unipma) Kelompok 38 melaksanakan sosialisasi anti-bullying di SDN Karangsono 2, Minggu (12/11/2025).
Program kerja ini dipimpin oleh Arzety dan diikuti seluruh siswa. Arzety menegaskan pemahaman tentang bullying perlu ditanamkan agar siswa mampu bersikap tepat ketika menghadapi situasi yang melibatkan perundungan.
“Anak-anak perlu memahami bahwa bullying bukan hal sepele. Melalui sosialisasi ini kami ingin mereka tahu bagaimana cara bersikap, bagaimana meminta bantuan, dan bagaimana menjadi teman yang baik,” ujarnya.
Sosialisasi ini membantu siswa mengenali berbagai bentuk bullying, baik fisik, verbal, sosial, maupun cyber, sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk lebih berani berbicara dan menyampaikan pengalaman kepada guru.
Kegiatan ini juga meningkatkan kewaspadaan lingkungan sekolah terhadap berbagai kemungkinan tindakan perundungan. Guru dan tenaga pendidik menjadi lebih peka pentingnya pencegahan sejak dini untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan penuh kasih. Penanaman karakter positif seperti empati, saling menghargai, dan saling mendukung juga menjadi bagian yang ditekankan selama sosialisasi, sehingga siswa tidak hanya memahami bahaya bullying, tetapi turut membangun budaya sekolah yang lebih baik.

Kepala SDN Karangsono 2, Marsini, menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKN-T atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menyebut, para siswa mengikuti materi, permainan edukatif, serta diskusi ringan dengan penuh antusias.
“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN-T. Sosialisasi ini penting sekali untuk membentuk karakter siswa. Anak-anak jadi lebih paham dan guru pun semakin termotivasi untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah,” ujarnya.
Arzety berharap sosialisasi ini menjadi langkah awal yang dapat mendorong perubahan budaya sekolah menuju lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
“Kami ingin agar siswa tidak hanya memahami materi hari ini, tetapi mampu menerapkannya setiap hari. Semoga sekolah terus melanjutkan edukasi anti-bullying secara berkala,” tambahnya. Guru dan pihak sekolah juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan guna membekali siswa menghadapi tantangan sosial di era digital.
Sosialisasi anti-bullying ini menjadi salah satu program kerja KKN-T Unipma Kelompok 38 yang memberikan dampak langsung dalam penguatan pendidikan karakter serta pembentukan lingkungan sekolah yang lebih positif dan suportif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....