Arus Balik H+7 di Terminal Maospati Diprediksi Menjadi Puncak Gelombang Kedua
- 28 Mar 2026 16:54 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Memasuki H+7 arus balik Lebaran, kondisi di Terminal Maospati, Kabupaten Magetan, terpantau masih relatif landai, khususnya untuk tujuan Jabodetabek. Meski demikian, petugas memprediksi puncak arus balik gelombang kedua justru terjadi pada hari Sabtu dan Minggu (28-19/3/2026).
Kasatgas Regu A Terminal Maospati, Wiwin Sunarko, mengatakan bahwa sejak pagi hari pergerakan penumpang dan kendaraan menuju Jabodetabek belum menunjukkan kepadatan yang signifikan.
“Dari pagi tadi untuk tujuan Jabodetabek masih lengang. Kemungkinan sampai siang maupun sore juga belum terlalu padat. Namun, berdasarkan prediksi kami di lapangan, puncaknya justru hari ini,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh rencana masyarakat yang akan kembali beraktivitas normal pada Senin, 30 Maret 2026, sehingga arus balik terkonsentrasi di akhir pekan ini.
Sementara itu, untuk angkutan dalam daerah (AKDP), arus penumpang diperkirakan masih cukup ramai hingga Minggu (29/3/2026), mengingat jarak tempuh yang relatif dekat, seperti rute Maospati–Surabaya. Meski demikian, arus kendaraan dan penumpang, baik AKDP maupun AKAP, tetap terpantau lancar.
“Alhamdulillah tidak terjadi penumpukan yang berarti di dalam terminal. Penumpang dan bus selalu ada, tetapi tetap mengalir,” jelas Wiwin.
Dari sisi volume, jumlah penumpang dan kendaraan saat ini tercatat meningkat signifikan dibanding hari normal, bahkan mendekati dua kali lipat.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah bus cadangan juga telah disiapkan. Bus-bus tersebut digunakan untuk menutupi kekurangan armada, terutama pada trayek angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dengan tujuan Jabodetabek dan Surabaya.
Wiwin menjelaskan, sebagian besar bus cadangan tersebut mengangkut penumpang dari wilayah sekitar seperti Ponorogo, Madiun, dan Ngawi. Hal ini dikarenakan Terminal Maospati berstatus tipe B, sehingga pemberangkatan awal bus AKAP harus dilakukan dari terminal tipe A di daerah asal.
“Bus pariwisata yang parkir di sekitar terminal ini hanya menunggu (ngetem). Untuk pemberangkatan awal tetap dari Ponorogo atau Madiun,” imbuhnya.
Secara umum, arus balik Lebaran tahun ini dinilai lebih menyebar dan tidak terpusat pada satu waktu tertentu. Kondisi tersebut dipengaruhi adanya tambahan hari libur pada awal April.
“Prediksi kami, arus akan kembali normal sekitar tanggal 6 April, karena sebelumnya masih ada rangkaian libur panjang,” pungkas Wiwin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....