Perayaan Syawalan Dongkrak Penjualan Bungkus Ketupat di Pasar Plaosan

  • 26 Mar 2026 16:47 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Momentum perayaan Syawalan atau Hari Raya Ketupat membawa berkah bagi para pedagang di Pasar Wisata Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Aktivitas perdagangan mengalami peningkatan signifikan, terutama dari pedagang musiman yang menjajakan bungkus ketupat siap pakai untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat. Tradisi Syawalan yang identik dengan sajian ketupat membuat banyak warga memilih membeli bungkus ketupat karena dinilai lebih praktis dibanding membuat sendiri di rumah.

Salah satu pedagang, Santoso, warga Kecamatan Poncol, mengaku telah berjualan selama empat hari terakhir di kawasan pasar tersebut. Ia menyebut usaha ini sudah dijalani selama sekitar sebelas tahun, khususnya saat momen Lebaran hingga Syawalan. “Setiap tahun pasti ramai saat Syawalan. Banyak yang cari bungkus ketupat karena tidak sempat membuat sendiri,” ujarnya,

Dalam sehari, Santoso mampu menjual sekitar 30 ikat bungkus ketupat, dengan setiap ikat berisi 10 buah atau total sekitar 300 bungkus per hari. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per ikat, tergantung jenis dan kualitas anyaman. “Kalau dihitung per buah, sekitar Rp1.000 sampai Rp1.200. Yang model kombinasi daun blarak biasanya paling diminati pembeli,” jelasnya.

Untuk bahan baku, Santoso masih mengandalkan pasokan daun kelapa dari luar daerah, yakni Wonogiri. Ia mengaku ketersediaan daun kelapa di Magetan terbatas, ditambah adanya hama yang merusak tanaman. “Di sini agak sulit dapat daun kelapa yang bagus, jadi kami ambil dari Wonogiri supaya kualitasnya tetap terjaga,” katanya.

Dari hasil penjualan tersebut, Santoso bisa meraup omzet sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per hari. Ia memperkirakan penjualan akan terus meningkat hingga akhir pekan seiring puncak perayaan Syawalan.

Selain warga lokal, pembeli juga datang dari kalangan pemudik yang masih berada di kampung halaman. Dengan tingginya permintaan ini, para pedagang berharap momentum Syawalan tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga membantu melestarikan tradisi anyaman ketupat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....