Wisata Viral, Akademisi Unimal Ingatkan Pentingnya Pembenahan Fasilitas
- 16 Jun 2026 01:07 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe – Munculnya destinasi wisata baru di sekitar Waduk Keureuto, Aceh Utara, yang belakangan viral di media sosial TikTok, mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi. Potensi ekonomi yang besar ini dinilai perlu segera disambut dengan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungannya.
Akademisi dari Universitas Malikussaleh (Unimal), Dr. Yulius Darma, menyampaikan bahwa kehadiran objek wisata yang mendadak ramai tersebut merupakan peluang besar bagi peningkatan ekonomi daerah. Namun, ia menekankan bahwa pengelolaan yang profesional adalah kunci utama.
"Kita lihat kemarin sangat ramai saat liburan, orang-orang datang karena tempatnya baru dan indah. Ini harus disikapi bijak oleh pemerintah daerah, dinas terkait, hingga perangkat desa setempat agar potensi ini tidak hilang begitu saja," ujar Dr. Yulius, Senin 16 Juni 2026.
Berdasarkan tinjauannya di lapangan, Dr. Yulius menyoroti beberapa kekurangan mendasar yang harus segera dibenahi oleh pengelola dan pemerintah. Menurutnya, kenyamanan pengunjung adalah prioritas agar mereka tidak hanya datang sekali.
"Yang paling mendesak adalah infrastruktur. Meskipun jalan utama sudah bagus, akses masuk ke lokasi masih amburadul. Selain itu, ketersediaan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan tempat ibadah sangat krusial. Wisatawan butuh kenyamanan untuk beribadah dan membersihkan diri setelah berwisata," tambahnya.
Ia memperingatkan, jika sarana dan prasarana tidak memadai, minat wisatawan untuk kembali akan menurun drastis.
Selain aspek fisik, Dr. Yulius juga mengingatkan soal manajemen harga di lokasi wisata. Ia mengimbau agar pengelola tidak mematok tarif retribusi yang memberatkan, serta meminta para pedagang untuk menjual makanan dengan harga yang wajar.
"Pengurus jangan ambil uang masuk terlalu besar. Begitu juga pedagang, harganya harus standar saja. Jangan sampai pengunjung merasa 'kapok' karena harga yang tidak masuk akal," tegasnya.
Lebih lanjut, Dr. Yulius berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera merespons tren viral ini dengan menjalin kolaborasi bersama penduduk setempat. Sinergi yang baik diyakini dapat menciptakan dampak ekonomi yang terukur.
"Jika dikelola dengan manajemen yang baik, ini akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan desa. Yang terpenting, ini bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi pemuda-pemuda di desa setempat sehingga ekonomi benar-benar berputar dari bawah," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....