Catatan Kelam Sejarah, Eksekusi Gajah Sirkus yang Terpaksa Dihukum Gantung
- 02 Jun 2026 20:37 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe -Sekitar tahun 1916 pernah terjadi kisah kelam dan memilukan yang dialami seekor gajah sirkus seberat 5 ton yang dihukum mati dengan cara digantung di depan umum.
Gajah tersebut berasal dari Asia, diberi nama Mary, dan menurut ceritanya Mary membunuh pawangnya. Kisah ini dikemudian dikenal dengan peristiwa "Big Mary".
Awal mula cerita sejarah yang beredar, pada 12 September 1916 di Kingsport, Tennessee, AS pawang baru Mary (Walter "Red" Eldridge) menusuk gajah tersebut dengan tongkat pengait saat menuntunnya. Karena marah dan diduga mengalami sakit gigi parah, Mary mengamuk, membanting, dan menginjak pawangnya hingga tewas. Insiden ini berlangsung didepan penonton sirkus.
Dikutip dari National Geographic Indonesia, berjudul "Kisah Tragis Big Mary, Gajah Sirkus Terkenal yang Dihukum Gantung" bahwa Berita pembunuhan itu menyebar dengan cepat, usai pertunjukan Sirkus Sparks di dekat Kota Erwin, dan sirkus diselenggarakan malam hari waktu setempat.
Bahkan Otoritas setempat, melarang sirkus diselenggarakan selama mereka masih memiliki Mary. Bahkan kerumunan massa menuju ke Kingsport untuk membunuh Mary. Sehingga Sparks harus membuat keputusan yang sulit.
Akhirnya publik mendesak diselenggarakannya Hukuman Eksekusi terhadap Gajah Mary. Kota-kota di sekitar lokasi menuntut hukuman mati. Karena menembak atau meracuni gajah seberat itu dinilai berbahaya dan sulit, diputuskanlah untuk menggantungnya.
Pada 13 September 1916 di Erwin, Tennessee, Mary dieksekusi menggunakan derek kereta api seberat 100 ton di hadapan ribuan warga setempat.
Terlepas dari ikatan emosional yang erat yang telah dimilikinya dengan Mary selama bertahun-tahun, Sparks memutuskan hubungan dengan cara yang setidaknya akan menyelamatkan kehidupan bisnisnya, gajah itu dieksekusi publik.
Keputusan ini begitu sulit. Peluru sudah terbukti sia-sia, membuat beberapa orang menyarankan untuk menghancurkan Mary ditabrak dua kereta.
Permintaan orang-orang bahkan lebih mengerikan yakni dengan mengikat kaki depan dan belakangnya ke dua kereta yang berjalan berlawanan arah, memotong-motongnya hidup-hidup. Karena pedesaan Tennessee, lokasi sirkus itu tidak memiliki cukup daya untuk menyetrum binatang, Sparks memutuskan untuk menggantung Mary.
Keesokan harinya, Sparks World Famous Shows memasuki kota Erwin, yang menjadi tempat ekskusi Mary. Menggunakan derek 100 ton, yang biasanya digunakan untuk mengangkat gerbong kereta api. Diikuti oleh empat gajah lainnya, berjalan seperti yang mereka lakukan dalam pertunjukan. Mary memasuki "tiang gantung", di mana karyawan sirkus memasang rantai di lehernya. Rantai, yang dipasang pada derek, lalu mengangkatnya ke udara.
Seperti halnya peluru, rantai pertama gagal mengenai Mary. Setelah mengangkat lima kakinya, rantai itu putus, membuat gajah itu jatuh ke tanah dan pinggulnya patah dalam prosesnya. Karyawan sirkus melilitkan rantai kedua di sekelilingnya saat dia terbaring kesakitan, dan mengangkatnya sekali lagi, di mana dia menjerit dan meronta-ronta sampai lemas.
Setelah melayang di udara selama 30 menit, seorang dokter hewan menyatakan dia meninggal dan karyawan menurunkan Mary ke tanah. Seekor gajah yang tersisa yang telah bekerja dengan Mary selama bertahun-tahun melarikan diri dari kandangnya malam itu, berlari menuju halaman kereta api di mana Mary mengambil napas terakhirnya yang menyakitkan.
Kisah tragis ini sering dikenang sebagai contoh kelamnya perlakuan terhadap hewan sirkus pada masa lalu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....