Konsep Wisata Ramah Lingkungan Menurut Ahli hingga Anjuran PBB

  • 27 Jul 2025 20:24 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Kehadiran Wisata yang ramah lingkungan saat ini semakin variatif atau bervariasi. Ekowisata ini mengusung konsep konservasi alam, keadilan sosial, pendidikan dan kesadaran, hingga manajemen lingkungan yang bertanggung jawab.

Wisata yang ramah lingkungan juga semakin beragam. Mulai dari Ekowisata (ecotourism) yang berfokus pada pemandangan alam yang alami dan konservasi lingkungan. Biasanya ecotourism menawarkan kunjungan pariwisata keanekaragaman hayati seperti taman nasional, hutan, dan terumbu karang.

Berikutnya wisata Agrowisata (Agrotourism). Wisata ini menawarkan kunjungan ke area pertanian, perkebunan, hingga kebun-kebun lainnya. Pengunjung dapat belajar tentang budidaya, memetik buah, dan lainnya.

Wisata Budaya (Cultural Tourism). Pariwisata ini menawarkan konsep kunjungan ke situs sejarah, museum, desa tradisional, atau festival maupun upacara adat. Selanjutnya wisata laut dan pesisir (Costal and Marine Tourism). Wisata laut dan pesisir biasanya menawarkan kunjungan Snorkeling, menyelam, surfing, dan observasi satwa laut.

Wisata Hutan (Forest Tourism). Wisata hutan biasanya menawarkan konsep kunjungan kawasan hutan dan cagar alam dengan fokus pengelolaan pada konservasi hutan lindung, juga flora dan fauna yang ada. Wisatawan bisa menikmati Hiking, berkeliling di jalur alam, atau mengamati satwa liar.

Wisata Permaculture. Wisata ini merupakan gabungan desain pengelolaan sistem kunjungan ke pertanian dan perkebunan. Dan terakhir, wisata pedesaan. Wisata ini menawarkan pengalaman kunjungan kehidupan masyarakat pedesaan. Ini bisa mencakup menginap di penginapan keluarga, berpartisipasi dalam kegiatan pertanian, mempelajari kebudayaan lokal, serta terlibat proyek pengembangan masyarakat pedesaan.

Menurut para ahli, wisata yang ramah lingkungan diartikan bervariasi tergantung bentuknya. Menurut Internasional Ecotourism Society (Masyarakat Ekowisata Internasional), wisata ramah lingkungan biasa disebut dengan ekowisata adalah perjalanan ke daerah-daerah alam yang mempertahankan lingkungan alam dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat.

Menurut Global Suistanable Tourism Council (Dewan Pariwisata Berkelanjutan Global), wisata ramah lingkungan menawarkan konsep interaksi alam dan budaya dan komunitas lokal. Hal ini dilakukan dengan cara menjaga integritas ekologis, konservasi alam, dan memberikan manfaat ekonomi masyarakat setempat.

Menurut World Tourism Organization/UNWTO dan UNEP atau Program Lingkungan PBB, wisata ramah lingkungan adalah bentuk pariwisata yang menghormati budaya maupun lingkungan. Menempatkan penduduk setempat sebagai pusat perhatian dan memberdayakan mereka secara ekonomi.

Sedangkan Nurdin Hidayah (2021) dalam bukunya berjudul "Pemasaran Destinasi Pariwisata Berkelanjutan di Era Digital", wisata ramah lingkungan adalah jenis wisata yang melibatkan aktivitas berbasis alam, dan memberikan manfaat berkelanjutan kepada penduduk setempat dalam hal ekonomi, sosial, dan lingkungan alam.

Para ahli menggarisbawahi, penting menjaga kelestarian alam, meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, mendukung kesejahteraan ekonomi dan sosial komunitas lokal, serta memberikan pendidikan dan partisipasi aktif kepada pengunjung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....