Aceh Ramadhan Festival 2025 Gaungkan Budaya Islami dan Pariwisata
- 13 Mar 2025 20:10 WIB
- Lhokseumawe
KBRN,Lhokseumawe : Aceh Ramadhan Festival 2025 resmi dibuka oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, pada Selasa 12 Maret 2025 di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Festival tahunan yang berlangsung hingga 17 Maret ini menjadi ajang syiar Islam sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif (Ekraf) di Aceh.
Dalam event ini tersedia 50 tenant Ekonomi Kreatif berupa kuliner, fesyen, hingga produk kerajinan tangan. Selain itu juga digelar aneka lomba, pameran kaligrafi, penyalinan mushaf, dan pembagian bubur kanji khas Aceh gratis selama kegiatan berlangsung.
Dalam sambutannya, Muzakir Manaf menegaskan bahwa event ini merupakan salah satu kegiatan unggulan yang telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 dari Kementerian Pariwisata RI.
“Kita bersyukur bahwa Aceh Ramadhan Festival kembali masuk dalam Kalender Event Nusantara. Ini mengukuhkan Aceh sebagai destinasi wisata syariah unggulan di Indonesia,” ujar gubernur yang akrab disapa Mualem itu.
Mualem juga menekankan pentingnya sinergi untuk memajukan sektor wisata Aceh.
“Mari kita majukan wisata Aceh supaya lebih banyak tamu yang datang dari dalam dan luar negeri. Senyum dan sikap ramah menjadi modal utama dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
“Aceh memiliki kekayaan budaya Islam yang unik dan daya tarik wisata yang luar biasa. Pemerintah Aceh siap mendukung penuh setiap inisiatif yang dapat membawa Aceh lebih maju dan berkembang sebagai destinasi wisata unggulan,” tegasnya.
Ketua panitia yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Almuniza Kamal, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan Aceh Ramadhan Festival tahun ini.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Aceh dengan Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Bank Aceh Syariah, serta Pertamina. Ini membuktikan bahwa sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif harus berjalan bersama agar memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Almuniza.
Ia juga mengungkapkan bahwa pariwisata Aceh terus mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022 total kunjungan ke Aceh sebanyak 6,9 juta wisatawan, tahun 2023 8,9 juta wisatawa dan 2024 melonjak signifikan mencapai 12,9 juta wisatawan.
“Lonjakan ini terjadi berkat berbagai event besar yang kita gelar. Ini membuktikan bahwa Aceh semakin menarik sebagai destinasi wisata, terutama dengan keunikan budaya Islam yang kuat,” tambahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....