Seni Bordir Manual, Keindahan yang Tak Tergantikan Mesin
- 16 Jul 2025 19:43 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe: Indahnya seni bordir manual, memang tidak tergantikan oleh mesin. Salah satunya, seni bordir khas Kota Lhokseumawe di Kemukiman Meuraksa, Kecamatan Peunteut, Kota Lhokseumawe.
Produknya pun makin beragam, dan yang paling menjadi incaran para konsumen adalah jenis baju, selendang, kerudung hingga kain songket. Bahkan produk seni bordir manual, mendapat tempat tersendiri di hati penyukanya sekalipun tidak dipasarkan melalui platform digital marketing (e-commerce) dan sejenisnya.
Yusmila, Pengrajin Bordir asal Gampong Blang Cut, Kemukiman Meuraksa, Peunteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, menuturkan, usaha rumahan (home industri) yang mulai dirintis sejak tahun 2003, kini telah merambah menjadi sentra produksi lebih dari satu desa dengan 7 - 8 kelompok pengrajin.
Berkat adanya kolaborasi pendampingan yang diperoleh pengrajin, kini usaha bordir manual di desa setempat telah sukses memproduksi motif Aceh terkenal bernama 'Canek Awan' yang kini telah dipatenkan menjadi khas Kabupaten Aceh Besar.
Sejak motir 'Canek Awan' resmi menjadi milik Aceh Besar, produk kerajinan bordir Lhokseumawe, mencari rancangan baru yang kemudian diberi nama motif 'Dheun Sagoe', "Canek Si Oun', dan 'Awan Si Oun' yang dikutip dari motif rumah adat Aceh.
Motif ini sendiri dirancang berdasarkan usulan dari para Budayawan, salah satunya Syeh Jol Pase", ujar Yusmila dalam Dialog UMKM Pro-1 RRI Lhokseumawe, Senin (14/7/2025).
Seluruh motif bordir tersebut, Kini disematkan dalam produk Baju Koko Pria, Selendang, Kerudung, dan kain Songket hingga Rok wanita. Sementara barangnya dijual dari Rp250 ribu/pcs sampai Rp400 ribu hingga Rp800 ribu/pcs.
"Tergantung konsumen pembeli menginginkan motif bordir yang mana. Bahkan jika motif bordir modifikasi harganya bisa mencapai Rp1.000.000/pcs", ujar Yusmila yang sudah bergelut di dunia usaha bordir sejak usia 15 tahun, dan setelah menikah membuka rumah bordir sendiri.
Model penjualan hasil produksi bordir manual tidak memiliki gerai khusus. Pihaknya hanya melayani pesanan konsumen dari Toko Souvenir, atau pelanggan yang pesan (order) langsung ke dirinya, serta ada juga orderan untuk dijual pada acara pameran. Karena itu, untuk konsumen baru lainnya bisa memperolehnya di Toko Souvenir.
"Kami tidak menjual secara online. Karena khawatir nanti tidak sanggup memenuhi permintaan pasar global", ungkap Yusmila.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....