Kenapa Ada Yang Makan Anggur Dibawah Meja?

  • 31 Des 2025 15:50 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Setiap pergantian tahun, media sosial kembali diramaikan dengan berbagai tradisi unik dari berbagai belahan dunia. Salah satu yang belakangan sering viral adalah tradisi makan anggur di bawah meja saat malam tahun baru, yang konon dipercaya bisa mendatangkan jodoh di tahun yang akan datang. Meski terdengar unik dan sedikit nyeleneh, tradisi ini ternyata memiliki latar budaya yang cukup panjang dan menarik untuk dibahas.

Tradisi makan anggur saat pergantian tahun berasal dari Spanyol, yang dikenal dengan sebutan Las Doce Uvas de la Suerte atau dua belas anggur keberuntungan. Menurut catatan sejarah, kebiasaan ini sudah dilakukan sejak akhir abad ke-19. Masyarakat Spanyol memakan 12 butir anggur tepat saat lonceng pergantian tahun berdentang, masing-masing melambangkan harapan dan keberuntungan untuk 12 bulan ke depan (BBC Travel, 2018). Seiring waktu, tradisi ini menyebar ke berbagai negara Amerika Latin seperti Meksiko, Peru, dan Venezuela, dengan makna yang semakin beragam.

Variasi modern dari tradisi ini kemudian berkembang, salah satunya adalah makan anggur di bawah meja, yang populer di kalangan anak muda. Konon, posisi duduk di bawah meja melambangkan kerendahan hati sekaligus “memanggil” energi cinta agar segera datang. Tradisi ini sering dikaitkan dengan harapan menemukan pasangan atau memperbaiki hubungan asmara di tahun yang baru. Namun, hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut, dan praktik ini lebih dipahami sebagai bagian dari simbolisme dan budaya populer (National Geographic, 2021).

Popularitas tradisi ini melonjak pesat berkat media sosial, khususnya TikTok dan Instagram. Banyak pengguna membagikan pengalaman mereka melakukan ritual ini sebagai bentuk hiburan sekaligus ikut meramaikan tren akhir tahun. Menurut pengamatan budaya populer, ritual-ritual seperti ini sering muncul di momen pergantian tahun karena manusia secara alami ingin menaruh harapan baru, terutama terkait cinta, kebahagiaan, dan kehidupan sosial (Psychology Today, 2020).

Meski sering dikaitkan dengan urusan jodoh, sebagian besar orang yang melakukannya menganggap tradisi ini sebagai seru-seruan dan simbol harapan, bukan kepercayaan mutlak. Tradisi ini juga mencerminkan bagaimana budaya bisa beradaptasi dengan zaman, berpindah dari ritual lokal menjadi fenomena global yang menghibur. Selama dilakukan dengan bijak dan tidak diyakini secara berlebihan, tradisi ini bisa menjadi cara ringan untuk menyambut tahun baru dengan suasana yang lebih hangat dan penuh tawa.

Pada akhirnya, makan anggur di bawah meja saat tahun baru bukan soal benar atau tidaknya mitos yang dipercaya, melainkan tentang bagaimana manusia merayakan harapan. Tradisi ini mengingatkan bahwa pergantian tahun sering kali diisi dengan simbol-simbol kecil yang memberi semangat, kebahagiaan, dan optimisme untuk memulai lembaran baru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....