Ulama Sepakat Puasa Arafah Tidak Mesti Saat Hari Wukuf
- 15 Jun 2024 14:53 WIB
- Lhokseumawe
Perbedaan AwalZulhijjah
Oleh: (Dr. Tgk. Ismail, S.Sy., M.A, Ketua Jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe)
KBRN, Lhokseumawe: Penetapan 1 Zulhijjah 1445 H berbeda antara Arab Saudi dan Indonesia, Arab Saudi menetapkan 1 Zulhijjah 1445 H jatuh hari Jumat 7 Juni 2024 berdasarkan rukyah hilal. Sedangkan di Indonesia menetapkan 1 Zulhijjah 1445 H jatuh hari Sabtu 8 Juni 2024.
Perbedaan penetapan 1 Zulhijjah 1445 H berpengaruh pada penetapan 10 Zulhijjah yang bertepatan hari raya Idul Adha dan 9 Zulhijjah yang bertepatan hari wukuf di Arafah dan hari puasa Arafah. Tulisan ringkas ini mencoba menjelaskan penyebab perbedaan dalam penetapan 1 Zulhijjah 1445 H dan haruskah puasa Arafah mengikuti waktu wukuf di Arafah?
A. Penyebab Perbedaan 1 Zulhijjah 1445 H
Perbedaan 1 Zulhijjah 1445 H antara Indonesia dan Arab Saudi murni diakibatkan oleh perbedaan geografis Arab Saudi dengan Indonesia yang megakibatkan perbedaan pada posisi dan kondisi hilal di dua negara tersebut.
Saat matahari terbenam di Indonesia kamis 6 Juni 2024 kondisi hilal masih di bawah ufuk barat. Namun saat matahari terbenam di Arab Saudi di hari yang sama tinggi hilal sudah di atas 1 derajat di atas ufuk.
Lebih awal di Arab Saudi 1 Zulhijjah itu sangat wajar karena penentuan awal bulan Hijriah didasarkan pada ketampakan hilal di ufuk barat, dimana semakin ke barat semakin tinggi hilal saat matahari terbenam.
Jadi sangat wajar saat matahari terbenam di Indonesia hilal belum terlihat dan saat terbenam di Arah Saudi hilal sudah terlihat. Yang rancu adalah bila di Indonesia sudah ditetapkan 1 Zulhijjah 1445 H hari Jumat, namun di Arab Saudi ditetapkan hari Sabtu, duluan di Indonesia masuk 1 Zulhijjah ketimbang di Arab Saudi.
Perlu dipahami bahwa penentuan awal bulan Hijriah itu berbeda dengan penentuan waktu salat lima waktu. Awal bulan Hijriah ditentukan berdasarkan edaran bulan mengintari bumi, di mana penentuan awal nya didsarkan saat pertama muncul hilal di ufuk barat.
Sedangkan penentuan awal waktu salat itu didasari pada peredaran semu matahari yang diakibatkan oleh bumi mengintari matahari yang kelihatan terbit dari timur dan terbenam di barat.
Maka untuk waktu salat sangat wajar bila dahulu waktu Zuhur di Indonesia ketimbang di Arab Saudi, yang rancu bila lebih awal waktu Zuhur terjadi di Arab Saudi ketimbang di Indonesia. Logika astronomis ini harus bisa dibedakan dalam penetapan awal bulan Hijriah dengan penetapan awal waktu salat di permukaan bumi.
Kapan PuasaArafah
B. Kapan Puasa Arafah Tahun 2024?
Perbedaan dalam penetapan 1 Zulhijjab berakibat pada perbedaan penetapan 9 Zulhijjah untuk berpuasa hari Arafah. Banyak yang masih bingung tentang perbedaan tersebut.
Ada yang berpendapat bahwa puasa arafah harus bersamaan dengan hari peristiwa wukuf di Arafah. Ada juga yang mempertanyakan bagaimana kita berpuasa Arafah padahal hari itu di Arab Saudi sedang hari Nahar atau sedang Idul Adha.
Hukum puasa hari Arafah adalah Sunah Muakkadah (sunah yang sangat dianjurkan) bagi orang yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, bagi yang sedang beribadah haji hukum berpuasa adalah makruh.
Hal ini didasarkan pada banyak hadis Rasulullah tentang puasa Arafah, salah satu nya hadis yang diriwayatkan dari Imam Muslim.
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ.
Artinya: "Dan beliau (Rasulullah) ditanya mengenai puasa pada hari Arafah, maka beliau menjawab, 'Dia menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim).
Puasa Arafah TidakMesti Bersamaan
Para ulama Syafi’iyah sepakat bahwa waktu puasa Arafah adalah pada 9 Zulhijjah di mana umat muslim berada, tidak mesti bersamaan dengan peristiwa wukuf di Arafah.
Hal tersebut didasari pada kalimat hadis tentang puasa arafah yang menyertakan kalimat (يَوْمِ) sebelum kata Arafah. Artinya puasa Arafah itu kaitannya dengan waktu, yaitu 9 Zulhijjah, bukan dengan tempat peristiwa wukuf di Arafah.
Perlu dipahami kedudukan wukuf di Arafah dengan puasa di hari Arafah adalah dua ibadah yang berbeda dan diperuntukan juga bagi kelompok yang berbeda.
Wakuf di Arafah adalah rukun haji bagi yang sedang melaksanakan ibadah haji, sedangkan puasa di hari Arafah adalah ibadah sunah bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Waktu wukuf di Arafah mulai saat tergelincir matahari sampai terbit fajar sadik di Mekkah, artinya dari awal masuk waktu salat Zuhur sampai masuk waktu Subuh di Arab Saudi.
Waktu wukuf di Arafah tersebut tetunya tidak akan bisa sama di seluruh bumi, yang wilayah timur Arab Saudi seperti Indonesia timur akan lebih awal waktu Zuhur samapai 6 jam dari waktu Zuhur Arab Saudi.
Misalnya waktu Zuhur di Mekkah 15 Juni 2024 pukul 12.22 Waktu Setempat, kalau waktu Papua sudah pukul 18.22 WIT, waktu ini tentunya sudah terbenam matahari di Papua dan sudah masuk tanggal berikutnya dalam kalender Hijriah.
Perlu dicatat bahwa pergantian tanggal Hijriah dimulai saat terbenan matahari di suatu daerah.
Oleh karena itu sungguh sangat bijak hasil ijtihad ulama fikih terdahulu yang menyimpulkan bahwa puasa hari Arafah saat 9 Zulhijjah di mana tempat muslim berada, sungguh sangat relevan dengan konsep kalender Hijriah dan waktu berpuasa di setiap lokasi muslim berada.
Upaya pemaksaan pelaksanaan puasa hari Arafah harus bersamaan dengan hari Wukuf di Arafah akan menjadi rancu, membingungkan umat dan keliru secara kenyataan.
Kenyataan awal hari dalam bulan Hijriah dan awal mulai berpuasa antara Indonesia dan Mekkah selalu berbeda tidak mungkin bersama, karena terbenam matahari sebagai awal hari dalam kalender Hijriah dan terbit fajar sebagai awal puasa selalu berbeda antara Indonesia dan Mekkah.
Wallahu ‘alam bissawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....