Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat saat Dewasa?
- 28 Sep 2026 21:36 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pernah merasa satu tahun saat masih kecil terasa sangat panjang, tetapi ketika dewasa tiba-tiba sudah berganti tahun lagi? Padahal satu hari tetap terdiri dari 24 jam dan satu tahun tetap sekitar 365 hari. Yang berubah bukan kecepatan waktu secara fisik, melainkan cara otak kita memproses dan mengingat pengalaman. Persepsi terhadap waktu memang dapat berubah tergantung usia, perhatian, emosi, dan seberapa banyak pengalaman baru yang kita alami.
Salah satu penjelasan yang sering dibahas berkaitan dengan proporsi waktu terhadap usia seseorang. Ketika berusia 10 tahun, satu tahun merupakan sekitar 10 persen dari seluruh kehidupan yang sudah dialami. Ketika berusia 40 tahun, satu tahun hanya sekitar 2,5 persen. Secara psikologis, periode yang sama kemudian dapat terasa semakin kecil dibandingkan keseluruhan pengalaman hidup. Ini bukan berarti otak benar-benar menghitung persentase tersebut setiap saat, tetapi konsep ini membantu menjelaskan mengapa periode waktu yang sama bisa terasa berbeda ketika usia bertambah.
Pengalaman juga memiliki peran besar. Masa kanak-kanak biasanya dipenuhi berbagai hal baru, mulai dari masuk sekolah, bertemu teman baru, belajar keterampilan, hingga mengalami lingkungan yang berbeda. Ketika sesuatu terasa baru, otak memproses lebih banyak informasi dan menciptakan lebih banyak detail dalam ingatan. Sebaliknya, kehidupan orang dewasa sering dipenuhi rutinitas yang berulang. Bangun, bekerja, pulang, makan, tidur, kemudian mengulanginya lagi. Saat melihat kembali periode yang penuh rutinitas, kita mungkin memiliki lebih sedikit memori yang menonjol sehingga periode tersebut terasa seperti berlalu begitu saja.
Menariknya, persepsi waktu juga bisa berbeda antara saat sedang menjalani suatu pengalaman dan ketika mengingatnya kembali. Ketika seseorang sibuk dan tidak memperhatikan waktu, beberapa jam dapat terasa berlalu sangat cepat. Namun ketika pengalaman tersebut penuh kejadian baru atau membutuhkan perhatian tinggi, otak dapat menyimpan lebih banyak detail. Ketika mengingat kembali periode tersebut, banyaknya detail itu dapat membuat masa tersebut terasa lebih panjang. Karena itu, dua orang yang menjalani durasi waktu yang sama belum tentu memiliki pengalaman waktu yang sama.
Berdasarkan berbagai penelitian mengenai persepsi waktu, perhatian, memori, dan perkembangan usia yang dilansir dari berbagai sumber, belum ada satu teori yang mampu menjelaskan seluruh alasan mengapa waktu terasa semakin cepat ketika seseorang bertambah dewasa. Faktor seperti rutinitas, pengalaman baru, perhatian, emosi, dan cara otak membentuk memori kemungkinan saling berinteraksi. Jadi, kalau masa dewasa terasa berjalan semakin cepat, bukan berarti waktu benar-benar dipercepat. Bisa jadi kita hanya memiliki semakin sedikit pengalaman baru yang membuat setiap periode terasa berbeda ketika dikenang kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....