Apakah Generasi Muda Semakin Apatis terhadap Politik atau Justru Lebih Kritis?
- 30 Agt 2026 23:12 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Generasi muda sering dianggap semakin jauh dari politik. Mereka disebut tidak tertarik mengikuti berita, enggan membicarakan isu pemerintahan, atau hanya peduli ketika sebuah persoalan menjadi viral di media sosial. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan realitas. Di tengah perubahan cara mendapatkan informasi, generasi muda mungkin bukan kehilangan perhatian terhadap politik, melainkan mengubah cara mereka berpartisipasi dan menentukan isu yang dianggap penting.
Salah satu perubahan paling terlihat adalah berpindahnya ruang diskusi politik. Jika sebelumnya pembahasan politik banyak berlangsung melalui televisi, surat kabar, organisasi, atau forum tatap muka, kini media sosial menjadi salah satu ruang utama untuk menemukan dan mendiskusikan isu publik. Video pendek, podcast, meme, unggahan infografis, hingga komentar dapat menjadi pintu masuk bagi anak muda untuk mengenal suatu persoalan politik.
Cara tersebut membuat partisipasi politik terlihat berbeda. Seorang anak muda mungkin tidak mengikuti debat politik selama berjam-jam, tetapi aktif membicarakan isu pendidikan, lingkungan, lapangan kerja, transportasi, atau biaya hidup di media sosial. Ada pula yang memilih menyampaikan kritik melalui konten digital, bergabung dalam komunitas, mengikuti kegiatan sosial, atau mendukung kampanye tertentu. Artinya, keterlibatan politik tidak selalu terlihat dalam bentuk yang selama ini dianggap konvensional.
Di sisi lain, memang ada kelompok anak muda yang merasa politik tidak menarik atau terlalu rumit. Berita yang dipenuhi konflik, perdebatan, dan kontroversi dapat membuat politik terasa melelahkan. Paparan informasi yang terlalu banyak juga dapat menimbulkan kejenuhan. Jika seseorang merasa pendapatnya tidak akan membawa perubahan, muncul kemungkinan untuk memilih tidak terlibat sama sekali. Kondisi inilah yang lebih tepat dikaitkan dengan sikap apatis atau disengagement politik.
Namun, kritik terhadap politik juga dapat menunjukkan meningkatnya kesadaran. Generasi muda memiliki akses lebih besar terhadap berbagai sumber informasi dan dapat membandingkan pernyataan dari banyak pihak. Mereka juga lebih mudah menemukan informasi mengenai kebijakan, rekam jejak tokoh, maupun respons masyarakat terhadap sebuah keputusan. Akses tersebut dapat membuat mereka lebih berani mempertanyakan kebijakan dan tidak menerima informasi begitu saja.
Persoalannya adalah kualitas informasi yang dikonsumsi. Media sosial memberikan akses yang luas, tetapi tidak semua konten memiliki konteks dan sumber yang jelas. Algoritma juga dapat membuat seseorang lebih sering melihat informasi yang sesuai dengan minat atau pandangannya. Karena itu, sikap kritis tidak cukup hanya dengan mempertanyakan sesuatu; kemampuan memeriksa sumber, membandingkan informasi, dan memahami konteks juga menjadi bagian penting dari berpikir kritis.
Generasi muda juga menghadapi tantangan untuk membedakan antara kritik dan sekadar reaksi. Membagikan konten politik, memberikan komentar, atau membuat meme memang merupakan bentuk ekspresi, tetapi partisipasi politik yang lebih bermakna juga membutuhkan pemahaman terhadap persoalan dan konsekuensi dari sebuah kebijakan. Kritik akan memiliki pengaruh lebih besar ketika didukung informasi yang kuat dan argumentasi yang jelas.
Jadi, apakah generasi muda semakin apatis atau semakin kritis? Jawabannya tidak bisa digeneralisasi. Ada yang semakin menjauh karena lelah atau tidak percaya pada proses politik, tetapi ada pula yang justru semakin aktif dengan cara yang berbeda dari generasi sebelumnya. Perubahan terbesar mungkin bukan pada tingkat kepeduliannya, melainkan pada cara kepedulian tersebut ditunjukkan.
Di era digital, politik tidak lagi hanya berlangsung di ruang parlemen, kantor partai, atau layar televisi. Politik juga hadir di linimasa, kolom komentar, komunitas, dan percakapan sehari-hari. Tantangannya adalah memastikan bahwa keterlibatan tersebut tidak berhenti pada reaksi sesaat, tetapi berkembang menjadi partisipasi yang kritis, terinformasi, dan bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....