Memungut Sampah tanpa Menunggu Perintah, Menanamkan Karakter dari Sekolah

  • 22 Agt 2026 14:10 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara - Sekolah yang bersih tidak selalu ditentukan oleh banyaknya petugas kebersihan. Lebih dari itu, kebersihan akan terjaga ketika setiap warga sekolah memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan tanpa harus menunggu perintah.

Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian Kepala SMAN 1 Lhoksukon, Zulkifli, M.Pd., yang mengajak seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, petugas khusus hingga para siswa, membangun kebiasaan sederhana: memungut sampah yang terlihat di depan mata.

Menurutnya, masih ada kebiasaan yang perlu diubah, seperti menganggap sampah yang berserakan bukan tanggung jawab sendiri atau berpikir akan ada petugas yang membersihkannya. Padahal, sikap tersebut dapat membuat kepedulian terhadap lingkungan semakin berkurang.

Sebaliknya, ketika seseorang bersedia memungut sampah tanpa diminta, tindakan itu menunjukkan adanya rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap kenyamanan bersama. Dari kebiasaan sederhana inilah karakter positif dapat tumbuh secara perlahan.

Di lingkungan sekolah, budaya tersebut harus dilakukan bersama. Siswa tidak perlu menunggu guru memberikan instruksi. Guru pun harus menjadi teladan, sementara tenaga kependidikan turut menunjukkan kepedulian melalui tindakan nyata.

Kebiasaan menjaga kebersihan juga memiliki nilai moral dan keagamaan. Dalam ajaran Islam, menjaga kebersihan serta menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan merupakan perbuatan baik yang bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas.

Karena itu, kebersihan tidak semestinya hanya menjadi program sekolah, tetapi harus menjadi bagian dari karakter setiap warga sekolah. Lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman akan mendukung proses belajar sekaligus membentuk kebiasaan positif peserta didik.

Zulkifli mengingatkan bahwa karakter yang kuat tidak hanya lahir dari pengawasan. Karakter justru terbentuk ketika seseorang mampu melakukan hal yang benar meskipun tidak ada yang melihat atau memberikan penghargaan.

“Jika melihat sampah, pungutlah. Jangan bertanya siapa yang membuangnya, tetapi tanyakan kepada diri sendiri, apa yang bisa saya lakukan agar lingkungan ini menjadi lebih baik,” menjadi pesan penting dalam membangun budaya peduli lingkungan.

Dari tindakan kecil tersebut, sekolah dapat menumbuhkan budaya besar. Memungut sampah bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi latihan sederhana untuk membangun disiplin, tanggung jawab, kepedulian dan integritas.

Maka, menjaga kebersihan sekolah bukan hanya tugas petugas kebersihan. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Ketika seluruh warga sekolah memiliki kesadaran yang sama, sekolah bukan hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang untuk membentuk generasi yang peduli terhadap sesama dan lingkungan.

Ditulis Oleh : Kepala SMAN 1 Lhoksukon, Zulkifli, M.Pd.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....