Jangan Jadi Ilalang, Jadilah Pohon Sagu yang Bermanfaat

  • 14 Agt 2026 13:54 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara - Kehidupan bukan sekadar tentang seberapa tinggi seseorang berdiri, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada orang lain. Pesan itulah yang disampaikan Zulkifli, M.Pd., Kepala SMAN 1 Lhoksukon, melalui tulisan reflektif berjudul “Janganlah Jadi Ilalang, Jadilah Pohon Sagu.”

Dalam tulisannya, Zulkifli mengajak masyarakat untuk tidak menjadi seperti ilalang yang tumbuh di jalan dan dapat menghalangi langkah orang lain. Sebaliknya, ia mengibaratkan manusia sebagai pohon sagu yang semakin besar justru semakin banyak memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, dalam perjalanan hidup setiap orang akan menemukan mereka yang memilih jalan berbeda. Ada yang merasa terganggu ketika melihat orang lain berkembang, tetapi ada pula yang justru merasa bahagia ketika mampu membantu sesama mencapai kemajuan.

Pesan sederhana yang ditekankan adalah, jika tidak mampu membantu, setidaknya jangan menghalangi. Ketika seseorang ingin melakukan kebaikan, tidak seharusnya dicari-cari kesalahannya. Begitu pula ketika seseorang sedang berjuang dan ingin berkembang, semangatnya tidak sepatutnya dipatahkan.

Zulkifli menggambarkan pohon sagu sebagai simbol kehidupan yang memberi manfaat. Semakin besar pohon tersebut, semakin banyak pula bagian yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

“Semakin tinggi kedudukan, semakin luas manfaatnya. Semakin besar kekuasaan, semakin banyak orang yang harus dilindungi. Semakin banyak ilmu, semakin banyak pula orang yang harus dibantu,” demikian pesan yang menjadi inti refleksinya.

Ia menegaskan, jabatan dan kekuasaan bukanlah alat untuk membuat orang lain takut atau mempersulit langkah mereka. Sebaliknya, kewenangan seharusnya digunakan untuk mempermudah, melindungi, dan membuka jalan bagi orang lain.

Pesan tersebut dinilai relevan diterapkan dalam berbagai lingkungan, baik di tempat kerja, sekolah maupun masyarakat. Seseorang tidak seharusnya merasa kehilangan ketika orang lain mendapatkan kesempatan untuk berkembang.

Sebab, menurut Zulkifli, ukuran keberhasilan seseorang bukan semata-mata berapa banyak orang yang berhasil dikalahkan, melainkan berapa banyak orang yang dapat tumbuh dan bangkit karena kehadirannya.

Ia juga mengajak siapa pun yang memiliki kesempatan untuk berbuat baik agar tidak menyia-nyiakannya. Mereka yang memiliki ilmu hendaknya mengajarkannya, yang memiliki kewenangan hendaknya mempermudah, dan yang memiliki kekuasaan hendaknya menggunakannya untuk melindungi.

Pada akhirnya, pesan “Janganlah Jadi Ilalang, Jadilah Pohon Sagu” menjadi ajakan sederhana untuk membangun kehidupan yang lebih saling mendukung. Bukan menjadi penghalang bagi langkah orang lain, melainkan menjadi tempat orang lain menemukan jalan.

Semakin besar seseorang tumbuh, semestinya semakin luas pula manfaat yang diberikan. Karena manusia yang benar-benar berarti bukanlah mereka yang paling tinggi berdiri, melainkan mereka yang paling banyak memberi manfaat bagi kehidupan di sekitarnya.

Ditulis oleh :Zulkifli, M.Pd., Kepala SMAN 1 Lhoksukon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....