Dr. Bukhari: Bergayalah Sesuai Isi Dompetmu
- 22 Jul 2026 11:47 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Akademisi Hukum UIN SUNA Lhokseumawe sekaligus Advokat, Dr. Bukhari, S.H.I., M.H., CM, mengingatkan masyarakat agar menjalani gaya hidup sesuai kemampuan ekonomi. Menurutnya, banyak tindak pidana seperti pencurian, perampokan, hingga korupsi berawal dari keinginan hidup mewah yang tidak sejalan dengan isi dompet.
Dr. Bukhari menjelaskan, fenomena tersebut terlihat dari berbagai kasus yang terjadi belakangan ini. Tidak sedikit pelaku pencurian dan perampokan nekat mengancam korban dengan senjata api demi mendapatkan uang secara instan. Di sisi lain, praktik korupsi juga sering dipicu oleh gaya hidup konsumtif, gengsi sosial, dan keinginan mempertahankan kemewahan yang tidak mampu dibiayai dari penghasilan yang sah.
"Keinginan bergaya boleh saja, tetapi harus disesuaikan dengan kemampuan. Jangan karena ingin terlihat kaya, seseorang rela mengorbankan kehormatan, kebebasan, bahkan masa depannya dengan melakukan tindak pidana," ujar Dr. Bukhari. Rabu 22 Juli 2026
Ia menegaskan, dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana, bersyukur atas rezeki yang halal, serta memiliki sifat qana'ah, yakni merasa cukup dengan apa yang Allah SWT karuniakan. Sikap inilah yang menjadi benteng moral agar seseorang tidak tergoda mengambil hak orang lain.
Menurutnya, Islam tidak melarang seseorang memiliki harta yang banyak, tetapi melarang memperolehnya dengan cara yang haram. Kekayaan yang diperoleh melalui pencurian, perampokan, korupsi, maupun kejahatan lainnya hanya akan mendatangkan kehinaan di dunia dan pertanggungjawaban di akhirat.
Dari sisi hukum, pelaku pencurian, perampokan, apalagi yang menggunakan senjata api, serta pelaku korupsi akan menghadapi ancaman pidana yang berat. Selain kehilangan kebebasan karena dipenjara, mereka juga kehilangan kepercayaan masyarakat, merusak nama baik keluarga, dan menghancurkan masa depan yang telah dibangun.
Dr. Bukhari mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak menjadikan media sosial atau lingkungan pergaulan sebagai ukuran kesuksesan. Menurutnya, lebih baik hidup sederhana dengan rezeki yang halal daripada memaksakan gaya hidup yang akhirnya menyeret diri ke dalam kejahatan.
Bergayalah sesuai isi dompetmu. Jangan karena ingin dipuji sesaat, justru harus menjalani hukuman bertahun-tahun. Bersyukur adalah jalan menuju ketenangan, sedangkan memaksakan gengsi sering kali menjadi pintu masuk menuju pencurian, perampokan, korupsi, dan berbagai kejahatan lainnya, pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....