Penampilan Vega Eda di Moto3 Mugello Sangat Layak Diapresiasi
- 31 Mei 2026 18:54 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Penampilan Veda Ega Pratama di GP Italia (Mugello) hari ini sangat layak diapresiasi. Sebagai seorang rookie (pendatang baru) di Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2026, finis di posisi ke-8 di sirkuit secepat dan sesulit Mugello membuktikan bahwa ia bukan sekadar pembalap pelengkap, melainkan penantang serius di barisan depan.
Secara keseluruhan, pandangan saya terhadap performanya sangat positif. Berikut adalah beberapa catatan penting dari balapannya di Mugello:
Mentalitas Bertarung yang Dewasa
Memulai balapan dari P13 (baris kelima) bukanlah hal yang ideal di Mugello, terutama setelah kualifikasi yang penuh strategi slipstream (memanfaatkan curian angin dari pembalap di depan). Namun, Veda menunjukkan ketenangan luar biasa saat balapan. Ia sempat merangsek naik hingga ke rombongan terdepan (sempat di P4), lalu tercecer keluar dari 10 besar, sebelum akhirnya comeback dan bertarung mati-matian di lima lap terakhir untuk mengamankan posisi ke-8.
Manajemen ritme dan kemampuan bangkit dari tekanan seperti ini menunjukkan kematangan racecraft yang luar biasa untuk ukuran pembalap berusia 17 tahun.
Melawan Defisit Tenaga Mesin
Sirkuit Mugello memiliki trek lurus utama sepanjang lebih dari 1 kilometer, yang sangat menuntut tenaga mesin maksimal (top speed). Di atas kertas, motor Honda NSF250RW yang ditunggangi Veda bersama Honda Team Asia saat ini harus bekerja ekstra keras untuk melawan dominasi tenaga dari pasukan KTM, CFMoto, dan GasGas di trek lurus. Keberhasilannya menembus elite grid dan bertarung ketat dengan rombongan depan membuktikan bahwa skill berkendaranya mampu menutupi kerugian teknis tersebut.
Persaingan Panas Rookie of the Year
Meski berhasil membawa pulang tambahan 8 poin, hasil balapan Mugello ini memang mengubah peta persaingan rookie. Veda harus rela turun dari puncak klasemen Rookie of the Year, digeser oleh rival beratnya asal Spanyol, Brian Uriarte, yang berhasil menjadi juara pertama di seri ini.
Berikut adalah peta persaingan Rookie sekaligus posisi mereka di klasemen umum Moto3 2026 setelah GP Italia:

Veda kini hanya terpaut 1 poin dari Uriarte di klasemen umum, memastikan bahwa rivalitas yang sudah terbangun sejak mereka bersaing di Red Bull Rookies Cup 2025 ini akan semakin memanas di seri-seri Eropa berikutnya.
Alhasil, Veda Ega Pratama adalah prospek balap motor terbaik yang dimiliki Indonesia di kancah Grand Prix saat ini. Finis ke-8 di Mugello bukanlah sebuah kemunduran, melainkan proses pembelajaran (learning curve) yang sangat solid. Ia terbukti konsisten mencetak poin krusial, tidak gentar melakukan dogfight dengan pembalap-pembalap Eropa berpengalaman, dan punya mentalitas tangguh untuk terus berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....