MBG: Masa Bahasanya Gitu?

  • 14 Apr 2026 16:05 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Dalam beberapa waktu terakhir, ruang publik mulai riuh, perbincangan terasa semakin panas. berita terkait kebijakan pemerintah mulai menggema di masyarakat, dari media massa hingga media sosial. Di tengah informasi yang kian berkembang, masyarakat tidak hanya menyoroti tentang kebijakan dan keputusan pemerintah, tetapi juga cara menyampaikan kebijakan tersebut, narasi-narasi yang diucapkan seringkali menimbulkan kontoversi dan kegaduhan, terlebih narasi ini seringkali muncul pada situasi dan kondisi yang kurang tidak tepat. Kalimat-kalimat ini yang kemudian digoreng,dan diperdebatkan, sehingga muncul satu pertanyaan dari masyarakat, pejabat masa bahasanya gitu ?

Fenomena ini yang kemudian menunjukan bahwa Bahasa bukan hanya dilihat sebagai alat untuk menyampaikan informasi, akan tetapi cara informasi itu disampaikan juga menentukan bagaimana masyarakat memahaminya. Kalimat yang keluar dari seorang pejabat dapat membuat masyarakat merasa tenang, tetapi disaat yang bersamaan kalimat itu juga bisa memicu kekhawatiran, kepanikan, dan terasa kurang peka atau bahkan nirempati terhadap kondisi yang dialami oleh masyarakat, hal ini menimbulkan keraguan public terhadap kualitas dari pejabat tersebut.

Dalam beberapa kesempatan pejabat mengeluarkan sebuah pernyataan yang membuat masyarakat malah fokus pada cara pernyataan itu di ucapkan bukan pada pokok masalahnya, padahal sebagai pejabat tentu sangat penting untuk memiliki keterampulan dan kecakapan dalam berbahasa.

Jika Bahasa yang digunakan tidak disertai oleh ke hati-hatian dan kepekaan, masyarakat akan merasa bahwa pemerintah sebenarya tidak memahami situasi yang sedang mereka alami, dan tidak benar-benar menanggapi masalah yang sedang dihadapi. Seperti beberapa kali pernah terjadi saat seorang mentri menyampaikan suatu informasi dengan cara yang kurang tepat, sehingga menimbulkan kepanikan di masyarakat, atau saat seorang presiden Konoha menyampaikan sebuah pidato, pidato yang seharusnya membuat masyarakat tenang dan semangat justru malah membuat masyarakat kecewa.

Seringkali persoalan berbahasa ini dianggap sepele oleh sebagian orang, padahal kemampuan berbahsa yang baik ini sangat penting untuk dikuasai oleh setiap individu, terlebih seseorang yang memegang jabatan dan kekuasaan, karena perkataan mereka memiliki dampak yang sangat luas untuk membentuk opini, mempengaruhi cara pandang, juga sikap masyarakat terhadap suatu informasi atau kebijakan. Oleh karena itu sangat penting bagi seorang pejabat untuk memiliki kecakapan dalam berbahasa, sehingga tidak akan menimbulkan kesalahpahaman.

Sudut pandang ditulis oleh: Amelia Agustin - Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Syiah Kuala

Dislaimer: Artikel ini adalah opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan resmi Portal RRI. Seluruh isi materi menjadi tanggung jawab penulis.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....