Puasa Tulus Berlandaskan Iman
- 16 Mar 2026 09:52 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Puasa di bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga ibadah yang dibangun di atas keimanan yang kuat. Iman menjadi dasar yang menuntun seseorang untuk menjalankan puasa dengan penuh kesadaran dan ketaatan kepada Allah. Ketika puasa dilakukan karena keyakinan kepada-Nya, ibadah tersebut akan terasa lebih bermakna dan penuh ketulusan.
Selain iman, puasa juga harus disertai dengan ihtisab, yaitu mengharapkan pahala hanya dari Allah. Sikap ini membuat seseorang menjalankan ibadah tanpa mencari pujian atau pengakuan dari orang lain. Dengan niat yang lurus, setiap pengorbanan selama berpuasa menjadi ladang pahala yang bernilai besar.
Membangun puasa di atas landasan iman dan ihtisab juga berarti menjaga diri dari perbuatan yang dapat merusak nilai ibadah. Tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dari perkataan buruk, amarah, dan perbuatan yang tidak bermanfaat. Dengan demikian, puasa menjadi sarana untuk membersihkan hati dan memperbaiki akhlak.
Ketika seseorang menjalankan puasa dengan iman dan ihtisab, ia akan merasakan kedamaian dalam ibadahnya. Puasa tidak lagi terasa sebagai beban, tetapi menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki kualitas hidup. Inilah makna puasa yang sesungguhnya, yaitu ibadah yang membawa perubahan dalam diri.
Mari pahami lebih dalam tentang makna puasa yang dilandasi iman dan ihtisab dengan menyaksikan program Mutiara Pagi - Edisi Senin 16 Maret 2026 di YouTube RRI Lhokseumawe dengan tema "Membangun Puasa di Atas Landasan Iman dan Ihtisab" bersama penceramah Ust. Mirza Gunawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....