Sejarah dan Manfaat Pohon Asam

  • 28 Jun 2025 22:40 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN l, Lhokseumawe : Ternyata pohon asam yang sering terlihat di pinggir jalan telah ditanam sejak era kolonial Belanda.

Pohon asam dipilih bukanlah kebetulan semata, melainkan didasarkan pada berbagai manfaat dan pertimbangan yang sangat relevan untuk kondisi lingkungan dan estetika perkotaan.

Alasan Belanda memilih pohon asam:

1. Pohon asam tumbuh rimbun, keteduhan dari pohon asam menjadi tempat istirahat yang ideal bagi pejalan kaki dan pengendara.

2. Pohon asem dikenal tangguh terhadap kondisi lingkungan yang sulit, akarnya yang dalam mampu mencari air tanah yang kering, menjadikannya tanaman untuk tumbuh disepanjang jalan raya yang panas dan kering. Selain pohon ini tahan terhadap angin kencang dan tidak mudah tumbang.

3. Pohon asem relatif mudah tumbuh dirawat, daunnya kecil tidak banyak berguguran sehingga tidak repot dalam hal pembersihan jalan. Buah asam yang jatuh juga jarang menimbulkan masalah karena ukurannya kecil.

4. Pohon asam mampu menyerap karbondioksida dan memproduksi oksigen, yang sangat penting untuk kualitas udara di kawasan perkotaan.

Selain itu penanaman pohon asem juga memberikan nilai estetika. Sementara buahnya yang berbentuk polong dengan rasa asem khas ini, sering digunakan dalam masakan dan obat tradisional.

Pohon asem juga memiliki umur panjang, sering kali hidup hingga ratusan tahun. Selain itu buah asem juga sering digunakan sebagai bahan utama dalam masakan tradisional, seperti sayur asem dan berbagai sambal. Bahkan buah asem dikenal memiliki khasiat sebagai obat alami penurun demam.

Dalam sejarahnya, Belanda juga memperhatikan faktor ekonomi. Pohon asem dipilih karena buahnya bisa dimanfaatkan secara komersial, baik untuk kebutuhan lokal maupun ekspor. Hal ini memberikan nilai tambah dibandingkan dengan pohon-pohon lainnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....