Pancasila, Maha Karya Jenius The Founding Father's Indonesia
- 31 Mei 2025 02:43 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe: Telah disepakati bahwa Pancasila adalah konsep berbangsa dan bernegara di Indonesia. Diawali dari sejarah yang dicetuskan oleh para The Founding Father's jenius seperti Ir. Soekarno, Muhammad Hatta, Abikoesno Tjokrosoejoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr. AA Maramis, dan Achmad Soebardjo.
Mereka bersidang tepatnya pada 1 Juni 1945, dan Presiden Soekarno (Bung Karno) berpidato dalam Majelis yang direstui Penjajah Jepang. Bahkan dalam bahasa Jepang, sidang itu dikenal dengan sebutan Dokuritsu Junbi Cosakai atau dikenal juga sebagai Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Kekalahan Jepang pada perang Pasifik, membuat Pemerintah bentukan Jepang membidani pembentukan Lembaga Dokuritsu Junbi Cosakai pada 29 Mei 1945 dan kemudian bersidang di Gedung Chuoi Sangi In (sekarang gedung Pancasila). Para anggota membahas mengenai tema dasar negara selama 5 (Lima) hari.
Puncaknya, pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan ide serta gagasan mengenai dasar negara Indonesia. Dinamai Pancasila. Panca artinya "Lima", sedang "Sila" bermakna prinsip atau azas. Pada saat itu, Bung Karno menyebut, lima dasar untuk negara Indonesia antara lain sila pertama "Kebangsaan", sila kedua "Internasionalisme atau Perikemanusiaan", sila ketiga "Demokrasi", sila ke empat "Keadilan Sosial", dan sila ke lima "Ketuhanan Yang Maha Esa".
Setelah melalui beberapa proses persidangan, Pancasila akhirnya disempurnakan dan dapat disahkan pada sidang PPKI tanggal 8 Agustus 1945. Pada sidang tersebut disetujui bahwa sila pertama adalah Ketuhanan, lalu sila ke dua adalah Kemanusiaan, kemudian sila ke tiga Persatuan, sila ke empat Demokrasi, dan sila ke lima keadilan sosial. Tak hanya itu, Pancasila juga dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai Dasar negara yang sah.
Atas dasar sejarah tersebut pula, Pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. (Dikutip dari berbagai sumber).
Dari sejarah ini kita belajar bahwa mereka adalah orang-orang jenius pada masanya. Mampu mencetuskan ide brilian dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, mampu berpikir dan menemukan solusi yang tepat untuk konsep negara.
Bahkan luar biasanya, konsep tersebut relevan sampai sekarang. Pancasila cocok diterapkan dalam kehidupan yang urban dan penuh pluralisme hingga sekarang.
Indonesia yang berketuhanan, Indonesia yang berperi kemanusiaan, Indonesia yang bersatu, berdemokrasi, hingga selalu memperjuangkan dan berpihak pada keadilan untuk kepentingan umum.
Konon beberapa klaim menyatakan bahwa, Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Indonesia tahun 1945 juga termasuk Undang-Undang Dasar terbaik ke dua di dunia. Hampir sejajar dengan Piagam Madinah di masa Rasulullah, serta juga Traktat London.
Klaim bahwa UUD 1945 terbaik ke dua didunia mungkin bisa saja berasal dari pandangan subjektif beberapa orang, atau mungkin juga dilandasi karena perbandingan dengan Konstitusi Negara lain. Namun harus kita hargai bahwa Pancasila dan UUD 1945 bentukan masa lalu adalah hasil buah pemikiran jenius dari para The Founding Father's Indonesia.
UUD 1945 tetap menjadi landasan Konstitusi Indonesia, landasan atau fondasi bagi Indonesia dalam membangun negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Serta berkat rahmat Tuhan YME maka dengan ini telah disusunlah suatu kemerdekaan Indonesia yang berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, dan seterusnya sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945.
Berangkat dari sejarah dan pengalaman mengalami penjajahan, Indonesia juga menentang segala bentuk penjajahan serta menegaskan bahwa segala bentuk penjajahan di muka bumi ini harus dihapuskan sebab tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Kehidupan yang damai, nyaman, berkeadilan dan berkemakmuran bersama adalah cita-cita negara yang harus terus dipertahankan.
Oleh karena itu, setiap perbuatan memperkaya diri sendiri, dan kelompok dari penyelenggara negara sangat tidak sesuai dengan sejarah pendirian bangsa ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....