Empat Bek Jadi Algojo Penalti, Ini Alasan Coach Herdman

  • 06 Okt 2026 16:51 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, JAKARTA – Ada fakta menarik di balik keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Empat pemain yang dipercaya sebagai eksekutor penalti dalam final menghadapi Thailand seluruhnya berposisi sebagai pemain belakang.

Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott dan Shayne Pattynama menjadi empat dari lima penendang Indonesia dalam drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). Keempatnya sukses menjalankan tugas dan membawa Indonesia unggul 4-2 sebelum Emil Audero memastikan kemenangan Garuda.

Pilihan tersebut ternyata bukan keputusan spontan. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengatakan timnya telah melakukan latihan penalti sehari sebelum pertandingan final. Seluruh pemain diberikan kesempatan untuk mengeksekusi dari titik putih.

Dari latihan tersebut, tim pelatih kemudian menganalisis pemain yang dinilai paling tenang dan klinis. Hasilnya, sejumlah pemain belakang justru menunjukkan kemampuan penyelesaian akhir yang lebih baik dibandingkan beberapa pemain depan.

“Para pemain ini sangat klinis dalam penyelesaian akhir saat latihan kemarin,” kata Herdman dalam konferensi pers seusai pertandingan, sebagaimana dikutip ANTARA.

Herdman juga menjelaskan bahwa beberapa pemain depan tidak menunjukkan kepercayaan diri yang sama ketika menjalani latihan penalti. Karena itu, tim pelatih memilih pemain yang dinilai berada dalam kondisi terbaik.

“Ketika pemain tak mampu melakukannya dalam latihan, maka kesempatan diberikan kepada pemain lain yang terlihat berada dalam performa terbaik,” ujar Herdman.

Keputusan tersebut kemudian terbayar di pertandingan. Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott dan Shayne Pattynama seluruhnya berhasil menjalankan tugas sebagai algojo.

Menariknya, Shayne Pattynama baru masuk pada menit ke-101. Bek kiri tersebut tidak banyak mendapatkan menit bermain dalam pertandingan, tetapi tetap mampu menjaga kesiapan hingga akhirnya dipercaya mengambil tanggung jawab dalam situasi yang menentukan.

Shayne menjadi penendang keempat Indonesia dan sukses mengirim bola ke gawang Thailand. Eksekusi tersebut membuat Indonesia semakin dekat dengan gelar juara sebelum Emil Audero menggagalkan penalti terakhir Thailand.

Keberhasilan empat pemain belakang tersebut memperlihatkan bahwa posisi di lapangan bukan menjadi ukuran utama dalam menentukan eksekutor penalti. Persiapan, ketenangan, kepercayaan diri dan hasil latihan menjadi dasar Herdman dalam mengambil keputusan.

Bagi Indonesia, strategi tersebut akhirnya menghasilkan trofi. Empat bek yang dipercaya sebagai algojo berhasil menuntaskan tugas, sementara Emil Audero menjadi penentu kemenangan dalam drama adu penalti.

Herdman pun menilai persiapan yang dilakukan timnya sebelum pertandingan telah memberikan hasil ketika situasi yang diperkirakan benar-benar terjadi.

“Kami selalu berlatih untuk situasi seperti ini dan latihan akhirnya membuahkan hasil,” kata Herdman, seperti dikutip ANTARA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....