Minim Menit Bermain, Shayne Pattynama Tunjukkan Mental Baja di Final

  • 06 Okt 2026 14:16 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Jakarta – Nama Shayne Pattynama menjadi salah satu bagian penting dalam keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Meski tidak banyak mendapatkan menit bermain sepanjang turnamen, bek kiri tersebut mampu menjalankan tugas ketika dipercaya pada momen paling menentukan.

Shayne masuk pada menit ke-101 menggantikan Justin Hubner dalam laga final menghadapi Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026). Kehadirannya menjadi bagian dari upaya Indonesia menjaga keseimbangan tim setelah pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Laga kemudian harus ditentukan melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Indonesia akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2.

Dalam situasi penuh tekanan tersebut, Shayne dipercaya menjadi penendang keempat Indonesia. Ia mengeksekusi penalti dengan tenang dan sukses mengarahkan bola ke dalam gawang Thailand.

Eksekusi Shayne membuat Indonesia unggul 4-2 dalam adu penalti. Setelah itu, kegagalan Nattapong Sayriya sebagai penendang keempat Thailand memastikan Garuda meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa minimnya kesempatan bermain tidak selalu berbanding lurus dengan kesiapan seorang pemain ketika kesempatan datang. Shayne tetap berada dalam kondisi siap dan mampu menjalankan instruksi ketika tim membutuhkannya.

Sebelumnya, Shayne juga tidak masuk dalam susunan pemain inti Indonesia pada laga final. Namun, ketika Justin Hubner tidak mampu melanjutkan pertandingan hingga akhir karena kelelahan, Shayne mendapat kepercayaan untuk masuk ke lapangan.

Situasi tersebut menjadi gambaran lain dari kedalaman skuad Indonesia. Pemain yang tidak selalu menjadi pilihan utama tetap memiliki peran ketika dibutuhkan, termasuk dalam situasi yang menentukan hasil pertandingan.

Bagi Shayne, kesempatan tersebut akhirnya menjadi salah satu momen penting dalam perjalanannya bersama Timnas Indonesia. Ia tidak hanya menjalankan perannya di lapangan, tetapi juga menunjukkan kesiapan mental ketika mendapat kepercayaan dalam situasi dengan tekanan tinggi.

Keberhasilan Shayne mengeksekusi penalti turut melengkapi perjuangan Indonesia dalam final yang berlangsung dramatis. Garuda sempat unggul melalui Dean James pada menit ke-84, sebelum Thailand menyamakan kedudukan tiga menit kemudian.

Thailand kemudian berbalik unggul melalui Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111. Namun, Indonesia kembali menyamakan kedudukan lewat Elkan Baggott pada menit ke-116 sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam adu penalti, empat eksekutor Indonesia, yakni Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott dan Shayne Pattynama, berhasil menjalankan tugasnya. Sementara itu, dua eksekutor Thailand gagal mencetak gol.

Indonesia pun memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Bagi Shayne Pattynama, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa peran seorang pemain di dalam tim tidak hanya diukur dari seberapa sering ia berada di lapangan, tetapi juga dari kesiapannya ketika kepercayaan datang.

Di tengah persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di skuad utama, Shayne tetap menjadi bagian dari perjuangan Indonesia hingga pertandingan terakhir. Ketika kesempatan akhirnya datang, ia menjawabnya melalui satu eksekusi penalti yang tenang dan membawa Garuda semakin dekat dengan trofi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....