Hindia Belanda di Piala Dunia 1938: Jejak Perdana yang Sarat Cerita Unik
- 26 Apr 2026 16:40 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Sejarah sepak bola Indonesia mencatat satu momen penting yang hingga kini masih dikenang: keikutsertaan Hindia Belanda dalam ajang Piala Dunia FIFA 1938 di Prancis. Meskipun hanya tampil dalam satu pertandingan, kisah di balik perjalanan tim ini menyimpan berbagai fakta menarik yang sulit terulang di era sepak bola modern. Berikut fakta menariknya dikutip dari berbagai sumber.
Lolos Tanpa Bertanding
Hindia Belanda menjadi wakil Asia dengan cara yang tak biasa. Mereka sejatinya dijadwalkan menghadapi Jepang dalam babak kualifikasi. Namun, akibat situasi geopolitik saat itu, Jepang mengundurkan diri dari kompetisi. Tanpa lawan di zona Asia, tiket menuju putaran final pun diberikan langsung kepada Hindia Belanda oleh FIFA.
Kapten Berkacamata di Lapangan
Salah satu sosok paling ikonik dalam tim ini adalah Achmad Nawir. Ia tak hanya menjabat sebagai kapten, tetapi juga dikenal karena tampil menggunakan kacamata saat bertanding. Di luar lapangan, Nawir merupakan seorang dokter lulusan NIAS (Nederlandsch Indische Artsen School) di Surabaya—sebuah kombinasi langka antara dunia medis dan sepak bola.
Skuad Multikultural yang Solid
Tim Hindia Belanda mencerminkan keberagaman yang kuat. Komposisinya terdiri dari pemain pribumi, keturunan Tionghoa, hingga Eropa. Nama-nama seperti Suvarte Soedarmadji, Mo Heng Tan, dan Frans Meeng menjadi bukti bahwa sejak awal, sepak bola telah menjadi ruang persatuan lintas latar belakang.
Perjalanan Panjang Menuju Eropa
Berbeda dengan kemudahan transportasi masa kini, perjalanan menuju Prancis ditempuh dengan kapal laut selama hampir satu bulan. Rombongan berangkat dari Tanjung Priok menggunakan kapal MS Baloeran. Selama pelayaran, para pemain tetap menjaga kondisi fisik dengan latihan sederhana agar tetap siap bertanding.
Ritual Unik Sang Kiper
Kiper tim, Mo Heng Tan, memiliki kebiasaan unik. Ia membawa boneka kecil yang digantung di jaring gawang sebagai jimat keberuntungan. Namun, dalam pertandingan melawan Hungaria, ritual tersebut belum mampu membendung serangan lawan.
Identitas di Bawah Bayang Kolonial
Sebagai wilayah jajahan, Hindia Belanda tampil dengan atribut Kerajaan Belanda. Mereka mengenakan jersey oranye, celana putih, dan kaus kaki biru muda. Lagu kebangsaan yang diputar sebelum pertandingan pun adalah “Wilhelmus”, bukan identitas Indonesia seperti yang dikenal saat ini.
Menghadapi Raksasa Eropa
Dalam pertandingan perdana sekaligus satu-satunya, Hindia Belanda harus menghadapi Tim nasional Hungaria—salah satu kekuatan besar sepak bola dunia saat itu. Hasil akhir 0-6 memang berat, namun Hungaria terbukti melaju hingga partai final sebelum akhirnya kalah dari Italia.
Meski langkahnya singkat, keikutsertaan Hindia Belanda di Piala Dunia 1938 tetap menjadi tonggak penting dalam sejarah sepak bola nasional. Kisah Achmad Nawir dan rekan-rekannya bukan sekadar catatan statistik, melainkan simbol awal perjalanan panjang Indonesia di pentas sepak bola dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....