Amorim, Alonso, Maresca: Tiga Nama, Satu Nasib Tragis
- 13 Jan 2026 22:00 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe: Januari 2026 menjadi periode kelam bagi dunia sepak bola Eropa. Dalam waktu kurang dari dua pekan, tiga pelatih papan atas yakni Ruben Amorim, Xabi Alonso, dan Enzo Maresca resmi kehilangan jabatan mereka. Fenomena ini mengejutkan publik, mengingat ketiganya sebelumnya diproyeksikan sebagai bagian dari proyek jangka panjang klub masing-masing. Pemecatan beruntun ini mempertegas satu hal: kesabaran manajemen klub elite Eropa kian menipis.
Ruben Amorim Gagal Angkat Manchester United
Manchester United menjadi klub besar pertama yang mengambil keputusan ekstrem. Ruben Amorim dipecat pada Senin, 5 Januari 2026, sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United. Meski sempat membawa angin segar lewat skema tiga bek, performa Setan Merah tak kunjung stabil. Konflik internal terkait kebijakan transfer serta kegagalan memenuhi standar kemenangan klub menjadi alasan utama. Musim lalu, United finis di peringkat ke-15, catatan terburuk mereka di era Premier League. Manajemen menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim.
Xabi Alonso Tersungkur di Real Madrid
Kejutan terbesar datang dari Spanyol. Real Madrid memutuskan kerja sama dengan Xabi Alonso pada 13 Januari 2026, usai kalah 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Baru tujuh bulan menjabat, Alonso tak mampu meredam tekanan tinggi di Santiago Bernabeu. Hubungan yang merenggang dengan ruang ganti disebut menjadi faktor krusial. Madrid bergerak cepat menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih permanen.
Enzo Maresca Jadi Korban Pertama 2026
Chelsea lebih dulu memecat Enzo Maresca pada 1 Januari 2026. Hasil imbang 2-2 melawan Bournemouth menjadi pemicu, meski Maresca baru saja mempersembahkan gelar Piala Dunia Antarklub 2025. Penurunan performa liga dan konflik visi dengan pemilik klub membuat Maresca tersingkir. Chelsea kini mempercayakan proyek jangka panjang kepada Liam Rosenior hingga 2032. Rentetan pemecatan ini menegaskan bahwa hasil instan kini menjadi tuntutan mutlak, bahkan bagi pelatih muda dengan reputasi besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....