Menanamkan Kesiapsiagaan Bencana lewat Dunia Anak
- 23 Agt 2026 12:11 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID Lhokseumawe - Edukasi kebencanaan tidak hanya penting bagi orang dewasa, tetapi juga perlu dikenalkan kepada anak sejak dini. Melalui Rumah Edukasi Anak Tangguh, anak-anak diajak memahami cara menghadapi bencana dengan pendekatan yang ramah anak, menyenangkan, dan tidak menakutkan. Upaya ini menjadi penting bagi Aceh yang memiliki pengalaman panjang menghadapi berbagai bencana alam, mulai dari gempa, tsunami, banjir hingga longsor.
Program Rumah Edukasi Anak Tangguh menjadi ruang bagi anak untuk belajar mengenali risiko bencana sekaligus membangun keberanian dan kemampuan menyelamatkan diri. Fasilitator Rumah Edukasi Anak Tangguh, Irvan Ardiansyah, menjelaskan bahwa edukasi diberikan melalui aktivitas yang sesuai dengan usia anak, termasuk permainan, cerita, diskusi hingga simulasi sederhana. Dengan cara tersebut, anak tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan saat bencana, tetapi juga terbiasa bersikap tenang dan mengambil langkah yang tepat.
Direktur Eksekutif YSAP, Agustia Rahmi, menilai pengalaman Aceh menghadapi bencana menjadi pelajaran penting yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak boleh hanya dibangun setelah bencana terjadi, tetapi perlu menjadi kebiasaan yang dimulai dari keluarga. Anak juga dapat dilibatkan dalam mengenali jalur evakuasi, titik kumpul, hingga memahami langkah keselamatan sederhana sesuai kemampuan mereka.
Sementara itu, Sr CDO PHE NSO, Rani Noor Vernanda, mengatakan ketangguhan anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghadapi situasi ketika bencana terjadi, tetapi juga kemampuan untuk bangkit dan beradaptasi setelahnya. Kondisi pascabencana menjadi fase yang tidak kalah penting, terutama ketika anak harus kembali belajar, bermain, dan menjalani aktivitas sehari-hari setelah lingkungan mereka terdampak. Karena itu, ruang yang aman dan edukatif dibutuhkan agar anak dapat kembali membangun rasa percaya diri.
Edukasi kebencanaan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan orang tua, sekolah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Orang tua dapat memulainya dari hal sederhana, seperti mengenalkan tempat aman di rumah, menyusun rencana evakuasi keluarga, menentukan titik kumpul, serta melakukan simulasi bersama anak. Dengan latihan yang dilakukan secara rutin, kesiapsiagaan dapat menjadi kebiasaan dan bukan sekadar pengetahuan yang baru diingat ketika bencana datang.
Melalui Rumah Edukasi Anak Tangguh, anak-anak diharapkan tidak tumbuh dengan rasa takut terhadap bencana, tetapi memiliki pengetahuan, keberanian, dan kemampuan untuk menjaga keselamatan diri. Ketangguhan tersebut juga diharapkan tumbuh bersama keluarga dan lingkungan yang mendukung. Sebab, anak tangguh bukan berarti anak yang tidak pernah takut, melainkan anak yang dibekali pengetahuan dan pendampingan agar mampu menghadapi situasi sulit dengan lebih siap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....