IAIN Langsa Bangun Koridor Akademik Indonesia-Malaysia dari Penang
- 19 Agt 2026 20:48 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Langsa — IAIN Langsa mulai memperluas langkah internasionalnya dengan membidik Malaysia sebagai salah satu mitra strategis pengembangan pendidikan tinggi.
Langkah tersebut ditandai dengan pertemuan Rektor IAIN Langsa Prof. Ismail Fahmi Arrauf Nasution bersama Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Muhammad Amin serta jajaran dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang, Wanton Saragih Sid., Rabu 19 Agustus 2026.
Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam, pukul 15.00 hingga 17.00 waktu Malaysia, itu membahas peluang memperluas jejaring akademik IAIN Langsa dengan perguruan tinggi dan berbagai institusi pendidikan di Malaysia.
Bagi IAIN Langsa, kedekatan geografis dan sejarah antara Aceh dengan Malaysia menjadi modal penting untuk membangun hubungan pendidikan yang lebih erat. Langsa dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu penghubung pendidikan Islam Indonesia dengan kawasan Malaysia.
“Kami ingin membangun kerja sama yang tidak berhenti pada MoU, tetapi menghasilkan program nyata bagi mahasiswa, dosen, penelitian dan pengembangan kelembagaan,” ujar Prof. Ismail.
Dalam pertemuan tersebut, KJRI Penang menyatakan dukungan terhadap penguatan hubungan akademik tersebut. Salah satu fokusnya adalah membantu membuka akses komunikasi IAIN Langsa dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia yang dinilai memiliki potensi menjadi mitra.
Kerja sama juga diarahkan pada pertukaran dan mobilitas akademik. Program seperti student mobility, kunjungan akademik, visiting lecturer, short course hingga penelitian bersama menjadi opsi yang dibahas untuk menghasilkan hubungan yang lebih konkret.
Tak berhenti di sana, IAIN Langsa juga ingin mengambil posisi sebagai mitra akademik dalam pengembangan Islamic Studies dan kajian Melayu. Kedekatan sejarah Aceh dan dunia Melayu dinilai memiliki ruang luas untuk dikembangkan menjadi penelitian lintas negara.
Sejumlah bidang yang berpeluang dikembangkan antara lain kajian Islam, budaya Melayu, moderasi beragama, ekonomi syariah, ekoteologi serta berbagai persoalan kontemporer yang berkaitan dengan masyarakat kawasan.
“Kita ingin membangun koridor akademik Langsa–Malaysia. Mahasiswa Malaysia dapat belajar di Langsa, mahasiswa kita memperoleh pengalaman akademik di Malaysia, dan dosen kedua negara dapat melakukan riset bersama,” kata Prof. Ismail.
Dalam pertemuan itu, Konjen RI Penang Wanton Saragih didampingi Prima Januar Sastrawiria selaku Konsul I Bidang Penerangan, Sosial dan Budaya serta Siti Hediyanti Elsani Yosrizal, Konsul II Bidang Penerangan, Sosial dan Budaya.
Bagi IAIN Langsa, agenda tersebut menjadi bagian dari strategi internasionalisasi kampus sekaligus memperluas peluang mahasiswa dan dosen memperoleh pengalaman akademik di tingkat regional.
Rektor berharap dukungan KJRI Penang dapat menjadi pintu pembuka bagi kerja sama yang lebih luas dengan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan Malaysia.
“Yang kita bangun bukan sekadar hubungan seremonial, tetapi jejaring akademik yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pertemuan ditutup dengan pertukaran cenderamata antara IAIN Langsa dan KJRI Penang sebagai simbol persahabatan sekaligus komitmen memperkuat hubungan kelembagaan Indonesia dan Malaysia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....