BMA Salurkan Rp7,92 Miliar Modal Usaha untuk 1.584 Warga

  • 19 Agt 2026 14:29 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Baitul Mal Aceh (BMA) menyalurkan bantuan modal usaha berbasis individu tahap kedua senilai Rp7,92 miliar kepada 1.584 penerima manfaat, Rabu 19 Agustus 2026.

Bantuan tersebut bersumber dari dana infak masyarakat dan menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha serta meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.

Sebelumnya, pada tahap pertama BMA telah menyalurkan bantuan sebesar Rp24,235 miliar kepada 4.847 penerima. Dengan tambahan tahap kedua, total bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp32,155 miliar untuk 6.431 penerima manfaat.

Dalam sambutannya, BMA menegaskan bahwa dana yang diterima masyarakat merupakan amanah dari infak masyarakat sehingga harus digunakan sesuai peruntukannya sebagai modal usaha.

BMA juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan pemotongan, cashback, pungutan, maupun meminta sebagian dana dari penerima manfaat.

Masyarakat diminta segera melaporkan apabila terdapat pihak yang meminta bagian atau imbalan atas bantuan tersebut.

“Keberhasilan Baitul Mal Aceh bukan hanya dilihat dari berapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi sejauh mana bantuan tersebut mampu mengubah kehidupan penerima manfaat,” demikian disampaikan dalam sambutan kegiatan.

BMA berharap bantuan tersebut mampu mendorong penerima manfaat mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan secara bertahap mencapai kemandirian ekonomi.

Bahkan, penerima manfaat diharapkan nantinya dapat berkembang hingga mampu menjadi pihak yang turut memberikan manfaat kepada masyarakat lainnya.

Dorong Bantuan Berkelanjutan

Program bantuan modal usaha tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyaluran dana. BMA juga mendorong adanya pendampingan, peningkatan kapasitas, penguatan manajemen usaha, serta pembukaan akses pasar agar usaha penerima manfaat dapat berkembang secara berkelanjutan.

Ketua Baitul Mal Aceh Tgk. H. Muhammad Yunus atau Abon Yunus tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut karena sedang berduka atas wafatnya ibunda beliau, Ummi Rubiah binti Teungku Arifin, pada Selasa (18/8/2026).

Penyaluran bantuan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan dana infak untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga penerima tidak hanya memperoleh bantuan sesaat, tetapi mampu membangun usaha yang produktif dan mandiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....